pendidikan

Aplikasi Smart Mother’s Karya Mahasiwa Unnes, Inspirasi Masakan dengan Fitur Belanja

Senin, 13 September 2021 | 18:37 WIB
Mahasiswa Unnes mendesain aplikasi Smart Mothers, inspirasi masakan dengan fitur belanja. (pic. unnes)

TITIKTEMU.CO Semarang - Lima mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam tim Program Kreatifitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) berhasil menciptakan aplikasi Inspirasi Masakan dengan fitur belanja.

Kelima mahasiswa itu Khoir Indana, Ais Bayu Aji, Alfira Rista Susanti, Yasir Aqil Noorlatief dan Ali Mir’raaj yang dibimbing oleh Siti Ridloah SE MMgmt.

Berkat menciptakan aplikasi Inpirasi Masakan dengan fitur belanja mereka berhasil lolos pendanaan PKM-PI Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tahun 2021.

Khoir Indana selaku ketua tim mengatakan pandemi Covid-19 cukup berdampak signifikan terhadap omset penjualan pedagang pasar.

“Kami melakukan observasi dan wawancara terhadap para pedagang di pasar Karangayu Semarang, sebagian besar mengaku pendapatannya turun drastis sejak pandemi, bahkan penurunannya mencapai lebih dari 70% kami turut prihatin dengan keadaan ini,” tutur Khoir sebagaimana termuat dalam laman resmi Unnes.

Baca Juga: Mahasiswa UGM Teliti Khasiat Daun Pandan Wangi dan Cengkih Untuk Nanospray Penyembuh Luka

Lanjut, pasar tradisional saat ini masih menjadi wadah bagi sebagian besar masyarakat Indonesia terutama dalam kebutuhan bahan pokok pangan.

Berdasarkan data BPS jumlah pasar tradisional di Indonesia pada tahun 2019 sebesar 15.657.

Banyak masyarakat kelas bawah yang menggantungkan hidupnya di pasar tradisional.

Untuk itu kami, ucap Khoir Indana menciptakan aplikasi Inspirasi Masakan dengan fitur belanja sebagai upaya digitalisasi pasar tradisional dikala pandemi Covid-19.

Baca Juga: Gerakan Peduli Kucing Kampus di UNS: Mereka Kelaparan Sejak Pandemi...

“Aplikasi kami namai Smoots atau Smart Mother’s dengan tagline “pilihan ibu cerdas” dengan maksud agar aplikasi ini nantinya menjadi aplikasi yang digemari para pelanggan pasar yang kebanyakan adalah seorang Ibu, yang selalu disibukkan dengan banyak aktifitas.

Khoir menambahkan, ide ini muncul melihat Ibunya yang juga bekerja, harus memikirkan apa yang akan dimasak pada hari itu.

“Ketika akan berbelanja cukup banyak harus mencatat daftar belanja dengan kertas, membutuhkan banyak waktu untuk pergi ke pasar dan berbelanja, apalagi di masa pandemi seperti ini, ada kekhawatiran ketika harus berinteraksi secara langsung di pasar” kata Khoir Indana.

Halaman:

Tags

Terkini