pendidikan

Gerhana Matahari Hibrida Terjadi 20 April 2023. Begini Tata cara Shalat Gerhana lengkap dengan bacaan Niatnya

Kamis, 20 April 2023 | 00:07 WIB
Gerhana matahari hibrid terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat segaris (Foto: BMKG)

Saat terjadi gerhana, umat Islam dianjurkan untuk melakukan shalat sunnah gerhana matahari (kusuf al-syams), sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW, berikut :

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ

Artinya: "Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan), maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat." (HR Bukhari).

Baca Juga: Kalahkan Leeds 6-1, Liverpool Akhiri Rentetan Lima Pertandingan Tanpa Kemenangan

Shalat gerhana matahari dilaksanakan di waktu-waktu terjadinya gerhana di tempat masing-masing.

Shalat gerhana matahari ini dilaksanakan dengan dua rakaat.

Setiap rakaat dilakukan dua kali berdiri, yakni setelah rukuk pertama, berdiri lagi diikuti dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat lain.

Adapun cara shalat gerhana matahari sendirian, sebagaimana dilansir NU Online sebagai berikut.

  1. Sebelum shalat ada baiknya seseorang melafalkan niat terlebih dahulu sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الكُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَ

Ushallî sunnatal kusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Saya shalat sunnah gerhana matahari dua rakaat karena Allah SWT.”

  1. Melafalkan niat di atas di dalam hati diiringi takbiratul ihram;
  2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati;
  3. Baca ta‘awudz dan Surat Al-Fatihah;
  4. Setelah itu baca salah satu surat pendek Al-Quran dengan sir (perlahan);
  5. Rukuk dengan membaca tasbih;
  6. Itidal;
  7. Baca ta‘awudz dan Surat Al-Fatihah;
  8. Setelah itu baca salah satu surat pendek Al-Quran dengan sir (perlahan);
  9. Rukuk dengan membaca tasbih;
  10. I'tidal dengan membaca bacaan I’tidal;  
  11. Sujud pertama diikuti membaca tasbih;
  12. Duduk di antara dua sujud;
  13. Sujud kedua sembari membaca tasbih;  
  14. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua;
  15. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Durasi pengerjaan rakaat kedua lebih pendek daripada pengerjaan rakaat pertama;
  16. Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk tasyahud untuk membaca tasyahud akhir;
  17. Salam;  
  18. Istighfar dan doa

Jika shalat gerhana matahari dilakukan secara berjamaah, maka disunahkan bagi Imam untuk berkhutbah, sebagaimana khutbah shalat Jumat.

Khatib dianjurkan untuk memberikan memotivasi para jamaah untuk melakukan kebaikan, berupa taubat, sedekah, dan kebaikan lainnya, serta mengajak untuk meninggalkan kemaksiatan dan segala kejelekan lainnya.***

 

 

Halaman:

Tags

Terkini