pendidikan

Berapa Biaya Membesarkan 1 Anak di Indonesia Sampai Lulus S1? Angkanya Bisa Bikin Banyak Pasangan Muda Tersentak

Rabu, 24 Juni 2026 | 10:12 WIB
Ilustrasi Biaya membesarkan 1 anak di Indonesia (Pinterest @spielgaben)

Pengeluaran Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan mungkin terlihat biasa. Namun ketika dikalikan ratusan bulan dan ditambah inflasi, hasil akhirnya menjadi sangat besar.

Karena itu, banyak pasangan muda baru menyadari besarnya kebutuhan dana saat anak sudah memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Baca Juga: Inflasi Biaya Medis Naik Drastis — Kenapa Ini Harus Masuk Rencana Keuanganmu Sekarang

Bukan Alasan Tak Punya Anak, Tapi Alasan untuk Bersiap

Secara kasar, biaya membesarkan satu anak di Indonesia hingga lulus S1 dapat mencapai Rp800 juta hingga lebih dari Rp2 miliar, tergantung kota tempat tinggal, pilihan sekolah, gaya hidup keluarga, serta biaya kuliah yang ditempuh.

Angka tersebut mencakup kebutuhan sejak lahir seperti persalinan, susu, popok, kesehatan, pendidikan dasar dan menengah, les tambahan, gadget penunjang belajar, hingga biaya kuliah dan biaya hidup selama masa perkuliahan.

Jika dihitung dalam jangka waktu sekitar 22 tahun dan memperhitungkan kenaikan biaya pendidikan serta inflasi, pengeluaran yang awalnya terlihat kecil setiap bulan dapat berkembang menjadi komitmen finansial yang sangat besar.

Karena itu, memiliki anak bukan hanya soal kesiapan emosional, tetapi juga membutuhkan perencanaan keuangan jangka panjang yang matang agar kebutuhan mereka dapat terpenuhi secara optimal.

Melihat angka miliaran rupiah tentu bisa membuat siapa pun terkejut.

Namun tujuan memahami biaya membesarkan anak bukan untuk menakut-nakuti calon orang tua. Justru sebaliknya, informasi ini membantu keluarga membuat keputusan yang lebih matang.

Menyiapkan dana darurat, investasi jangka panjang, asuransi kesehatan, dan tabungan pendidikan sejak dini dapat mengurangi tekanan finansial di masa depan.

Karena pada akhirnya, membesarkan anak bukan hanya soal cinta dan kasih sayang. Di era modern, itu juga soal kesiapan finansial yang realistis agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan peluang terbaik yang bisa diberikan orang tuanya.***

Halaman:

Tags

Terkini