Pendidikan Anak Usia Dini
Saat memasuki usia sekolah, pengeluaran baru mulai bermunculan.
Biaya masuk sekolah, uang pangkal, seragam, buku, kegiatan ekstrakurikuler, hingga les tambahan menjadi bagian yang sulit dihindari.
Banyak keluarga baru menyadari bahwa biaya pendidikan anak ternyata jauh lebih besar daripada yang mereka perkirakan sebelumnya.
Baca Juga: Keutamaan 10 Muharram atau Hari Asyura: Amalan Sunnah, Hikmah, dan Keistimewaannya bagi Umat Islam
Masa SMP dan SMA
Pada tahap ini, kebutuhan anak biasanya ikut berkembang.
Biaya teknologi seperti laptop, smartphone, akses internet, kursus bahasa asing, hingga persiapan masuk perguruan tinggi sering kali menjadi pengeluaran tambahan yang cukup signifikan.
Jika anak mengikuti sekolah swasta atau program internasional, nominalnya bisa meningkat berkali-kali lipat.
Kuliah Menjadi Pos Pengeluaran Terbesar
Bagi banyak keluarga Indonesia, biaya kuliah merupakan fase yang paling menantang.
Uang kuliah tunggal (UKT), biaya praktikum, buku, tempat tinggal, transportasi, hingga kebutuhan sehari-hari mahasiswa dapat menghabiskan puluhan hingga ratusan juta rupiah selama empat tahun.
Untuk kampus swasta ternama atau program studi tertentu, total biaya kuliah bahkan bisa mendekati harga sebuah rumah sederhana.
Inilah alasan mengapa banyak perencana keuangan menyarankan orang tua mulai menyiapkan dana pendidikan sejak anak masih balita.
Baca Juga: Kota yang Paling Bikin Bahagia di Indonesia Bukan Jakarta — Data BPS Justru Menunjuk Kota Ini
Mengapa Banyak Orang Tua Meremehkan Angkanya?
Salah satu penyebabnya adalah cara otak manusia melihat pengeluaran.
Kita cenderung menghitung biaya secara bulanan. Padahal biaya membesarkan anak berlangsung selama sekitar 22 tahun.