Rutinitas mengulang kata yang sama dan merapikan mainan bisa menjadi hal yang sangat menjemukan.
Baca Juga: Keluar dari Labirin Piksel: Memahat Ruang Aman Ibu dan Anak di Dunia yang Telanjur Digital
Dalam kondisi lelah seperti itu scroll TikTok sering kali menjadi pelarian instan yang paling mudah dijangkau.
Itu adalah sebuah guilty pleasure bagi ibu modern untuk sekadar mencari hiburan atau melepas penat sejenak.
Melihat video lucu atau tips masak selama lima menit bisa menjadi cara cepat menyegarkan pikiran yang buntu.
Baca Juga: Grup WhatsApp Parenting: Sumber Dukungan atau Sumber Stres Baru?
Jadi jawabannya adalah tindakan tersebut tidak sepenuhnya salah asalkan dilakukan dengan batasan yang jelas.
Anak-anak memang membutuhkan perhatian kita tetapi mereka tidak butuh kita mengawasi setiap detik gerakannya.
Ada kalanya anak juga perlu belajar bermain secara mandiri demi melatih kreativitas serta fokus mereka.
Baca Juga: Tren Wearable Anak 2026: Alat Bantu Pantau Kesehatan Buah Hati atau Sekadar Gengsi Parenting?
Saat mereka sedang asyik sendiri itulah Anda sebenarnya boleh mengambil napas dan beristirahat sejenak.
Yang menjadi masalah adalah jika Anda benar-benar tenggelam dalam layar dan mengabaikan panggilan mereka.
Anak bisa merasakan ketika kehadiran fisik kita tidak dibarengi dengan kehadiran emosi yang tulus.
Baca Juga: Strawberry Parenting Versi Indonesia: Bukan Memanjakan, Tapi Cara Baru Mendidik Anak Lebih Kuat
Oleh karena itu kunci utama dari dilema ini adalah keseimbangan yang bijak dalam membagi waktu.