pendidikan

Hukum Menggabungkan Qadha Puasa Ramadhan dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah, Apakah Tetap Dapat Pahala Sunnah?

Senin, 25 Mei 2026 | 11:09 WIB
Hukum menggabungkan qadha puasa Ramadhan dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah lengkap dengan penjelasan ulama NU. (Freepik)

TITIKTEMU.CO – Umat Islam dianjurkan melaksanakan Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Pada tahun 2026, Puasa Tarwiyah diperkirakan jatuh pada Senin, 25 Mei 2026, sedangkan Puasa Arafah dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026.

Namun, sebagian umat Islam masih bertanya-tanya mengenai hukum menggabungkan niat qadha puasa Ramadhan dengan puasa sunnah Tarwiyah maupun Arafah. Apakah tetap sah dan masih mendapatkan keutamaan puasa sunnah tersebut?

Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU, Alhafiz Kurniawan, menjelaskan bahwa menggabungkan qadha puasa Ramadhan dengan puasa sunnah Tarwiyah atau Arafah hukumnya diperbolehkan dan tetap sah.

Baca Juga: Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam Lengkap dengan Doa dan Sunnahnya

Menurutnya, seseorang yang melaksanakan qadha puasa pada hari Arafah atau Tarwiyah tetap berpeluang mendapatkan keutamaan puasa sunnah di hari tersebut.

Pendapat ini merujuk pada penjelasan ulama mazhab Syafi’i, di antaranya Syekh Zakariya Al-Anshari dalam kitab Asnal Mathalib. Dalam keterangannya disebutkan bahwa orang yang berpuasa qadha atau nazar pada hari-hari sunnah tetap memperoleh pahala keutamaan hari tersebut, seperti puasa Asyura.

Pandangan serupa juga disampaikan Sayyid Bakri Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin. Ia menjelaskan bahwa puasa yang dilakukan pada hari-hari utama tetap mendapatkan keutamaan meskipun niatnya bukan puasa sunnah khusus, melainkan qadha atau nazar.

Meski demikian, umat Islam yang memiliki utang puasa Ramadhan tetap dianjurkan untuk mendahulukan qadha puasa sebelum melaksanakan puasa sunnah. Namun apabila baru teringat memiliki utang puasa menjelang hari Arafah, maka disarankan untuk mengqadhanya tepat pada hari tersebut.

Baca Juga: Hukum Perempuan Menyembelih Hewan Kurban, Apakah Sah Menurut Islam?

Niat Qadha Puasa Ramadhan

Berikut bacaan niat qadha puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Artinya:
“Aku berniat mengqadha puasa wajib Ramadhan esok hari karena Allah Ta’ala.”

Dengan demikian, menggabungkan qadha puasa Ramadhan dengan Puasa Tarwiyah atau Arafah diperbolehkan menurut ulama, dan pelakunya tetap dapat meraih keutamaan puasa sunnah tersebut.***

Tags

Terkini