Tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan, pikiran, serta perilaku.
Puncaknya adalah puasa Arafah pada 9 Zulhijah.
Dalam hadis riwayat Muslim, puasa ini disebut dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Karena itu, banyak umat Islam menjadikan hari Arafah sebagai momen “reset spiritual” sebelum Iduladha tiba.
Namun ibadah di Zulhijah tidak berhenti pada puasa saja.
Malam-malamnya juga dianggap sangat mulia. Banyak ulama mengaitkan firman Allah dalam Surah Al-Fajr ayat 1-2 tentang “malam yang sepuluh” dengan 10 malam pertama Zulhijah.
Baca Juga: Jadwal Pendaftaran SPMB SMA 2026/2027 Jateng, Jabar, Jatim, dan DIY untuk Calon Siswa Baru
Karena itu, amalan seperti tahajud, membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, sedekah, hingga doa di waktu malam menjadi sangat dianjurkan.
Zulhijah terasa unik karena siang dan malamnya sama-sama dipenuhi peluang pahala.
Siangnya dihidupkan dengan puasa dan amal saleh, malamnya dipenuhi zikir serta ibadah sunah.
Baca Juga: Baru Tayang, ‘My Royal Nemesis’ Langsung Rajai Netflix Global dan Bikin Pecinta Drakor Ketagihan
Tidak hanya itu, setelah Iduladha masih ada tiga hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.
Hari-hari ini sering identik dengan makan bersama dan olahan daging kurban, tetapi sebenarnya juga termasuk hari yang sangat utama untuk memperbanyak syukur dan zikir kepada Allah.
Dalam berbagai riwayat, hari tasyrik disebut sebagai hari makan, minum, dan mengingat Allah.