Zaki percaya bahwa keberhasilan diterima di kampus top dunia bukan hanya soal nilai akademik. Resiliensi justru menjadi faktor paling menentukan.
Dunia beasiswa memang penuh dengan penolakan dan ketidakpastian. Zaki sendiri sudah “akrab” dengan kegagalan.
Dari setiap penolakan itu, ia belajar untuk bangkit cepat, mengelola emosi, dan fokus kembali pada target.
Menurutnya, kemampuan untuk tetap bergerak meski kondisi tidak ideal adalah kualitas paling penting bagi para pencari beasiswa.
Dukungan Keluarga dan Lingkungan: Ada, tapi Keputusan Tetap di Tangan Sendiri
Meski mendapat dukungan dari keluarga, Zaki mengungkap bahwa keputusan hidup selalu diambil sendiri.
Orangtuanya memberikan kepercayaan penuh terhadap semua pilihan yang ia buat.
Bahkan, mereka baru diberi tahu tentang rencananya ke Korea setelah visa di tangan.
Selain keluarga, lingkar pertemanan juga sangat membantu—baik saat belajar bahasa Inggris, menyiapkan dokumen, hingga menghadapi masa-masa sulit.
Namun Zaki menegaskan bahwa dukungan dari diri sendiri tetap menjadi sumber kekuatan terbesar dalam perjalanan panjang ini.