TITIKTEMU.CO - Hera Putri bukan hanya nama biasa di dunia pendidikan Indonesia.
Di balik senyum dan pencapaiannya, tersimpan kisah perjuangan anak tukang becak dari Cilegon, Banten, yang sukses menembus dominasi akademik tingkat tinggi.
Ayahnya bekerja sebagai pengayuh becak, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga. Namun keterbatasan ekonomi tak pernah membatasi impian Hera.
Sebaliknya, ia menjadikan kondisi itu sebagai pendorong untuk membuktikan bahwa semua anak Indonesia berhak punya mimpi besar—dan bisa mencapainya.
Baca Juga: Kisah Inspiratif: Fatimah Azzahra, Anak Yatim Piatu Lolos FKH UGM Beasiswa 100%
Lulus S2 ITB Hanya dalam 10 Bulan, IPK 3,8, Cumlaude
Tak hanya berhasil masuk kampus bergengsi Institut Teknologi Bandung (ITB), Hera menempuh pendidikan S1 dan S2 melalui jalur fast track, program percepatan pendidikan untuk mahasiswa unggul.
Ia menyelesaikan program magister hanya dalam 10 bulan—prestasi yang nyaris mustahil bagi kebanyakan orang.
Lebih mencengangkan lagi, Hera lulus dengan predikat cumlaude dan IPK 3,8.
Setengah masa studinya bahkan ia habiskan di Chulalongkorn University, Thailand, melalui program pertukaran pelajar.
Di usia baru 22 tahun, Hera telah meraih gelar Magister Kimia dan siap mengabdi untuk pendidikan.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Viral Anak Penjual Es Keliling Lolos ITB, Rumah Penuh Piala
Mengajar Sebagai Dosen Kimia di Untirta
Tak lama setelah lulus, Hera langsung diterima sebagai dosen luar biasa di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten.