pendidikan

Lebih Baik Kurban Kambing atau Sapi? Begini Penjelasan Gus Baha

Selasa, 3 Juni 2025 | 20:34 WIB
Lebih Baik Kurban Kambing atau Sapi? Begini Penjelasan Gus Baha. (Pixabay)

Ketika Nabi Ibrahim AS hendak mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, dalam kisah tersebut Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor kambing, bukan hewan lain.

Menurut Gus Baha, jika kambing tidak memiliki nilai lebih, tentu Allah SWT akan memilih hewan yang lain sebagai pengganti dalam peristiwa besar yang dialami Nabi Ibrahim tersebut.

Gus Baha juga menambahkan bahwa berkurban kambing menunjukkan sikap mandiri. Seseorang yang memilih berkurban kambing tidak bergantung pada orang lain dan menanggung kurbannya sendiri.

Sebaliknya, patungan kurban sapi meskipun sah, menunjukkan adanya ketergantungan antar peserta kurban. “Satu kambing untuk satu orang itu lebih menandakan semangat berkorban yang utuh dan pribadi,” jelasnya.

Baca Juga: Masih Ada Waktu Berkurban , Tetapi Memilih Hewan Kurban Tetap Penting 

Sayangnya, menurut Gus Baha, semangat berkurban secara pribadi sudah tergeser oleh gaya hidup masyarakat saat ini. Banyak yang lebih memilih patungan sapi karena dianggap lebih praktis, dan lebih bergengsi.

Ada juga memilih kurban sapi karena alasan kesehatan, karena mengtanggap daging kambing bisa menyebabkan kolesterol tinggi, dan berakibat tekanan darah tinggi.

Akibatnya, kata Gus Baha, tren patungan sapi makin meningkat, sementara kurban kambing yang dulu lebih umum, mulai ditinggalkan. Bahkan di beberapa daerah, daging kambing jadi sulit dibagikan karena banyak yang menolaknya.

“Di daerah saya, sejak makin banyak pegawai negeri dan orang-orang kelas menengah, daging kambing dianggap sebagai masalah. Akhirnya banyak yang beralih ke iuran sapi,” tambah Gus Baha.

Namun, menurut Gus Baha, pada dasarnya kambing dan sapi merupakan hewan yang sah untuk kurban selama memenuhi syarat, seperti cukup umur, sehat, dan tidak cacat.

“Kalau kalian mampu secara finansial untuk membeli satu ekor kambing, maka itu sangat dianjurkan. Jika tidak memungkinkan, patungan sapi ya tetap sah dan berpahala. Yang penting niatnya ikhlas karena Allah SWT,” ujar Gus Baha.***

Halaman:

Tags

Terkini