Kembali ke Indonesia dan Mendirikan Sekolah Islam
Setelah menyelesaikan studinya pada tahun 2017, Janu memilih untuk kembali ke Sleman.
Ia merasa panggilannya adalah berbagi ilmu dan membangun pendidikan di tanah kelahirannya.
Janu bersama beberapa koleganya mendirikan sebuah sekolah Islam yang mencakup jenjang TK hingga SMP.
Tidak hanya sebagai pendiri, ia juga terlibat langsung dalam pengelolaan sekolah, mulai dari perizinan, rekrutmen guru, hingga mencari siswa.
Di usia 25 tahun, Janu bahkan dipercaya menjadi kepala sekolah. "Passion saya memang mengajar, dan saya merasa senang bisa berbagi ilmu dengan banyak orang," ungkapnya.
Namun, kesibukannya sebagai kepala sekolah dan guru membuatnya merasa kehilangan waktu untuk hal-hal lain.
"Selama tiga tahun, saya merasa ada bagian dari diri saya yang hilang—seperti hobi, aktivitas sosial, dan komunitas," katanya.
Baca Juga: Menuai Pro-Kontra, Ini Total Biaya dan Jadwal Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang
Menjadi Pengusaha Sayur: Kembali ke Akar Keluarga
Setelah beberapa tahun bergelut di dunia pendidikan, Janu mulai mencari cara untuk tetap berkontribusi kepada masyarakat dengan cara yang lebih fleksibel.
Ia kemudian terjun ke dunia bisnis dan mendirikan usaha sayur di Sleman, mengikuti jejak keluarganya.
Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasinya, Janu mampu mengembangkan usahanya dengan pendekatan modern.
Ia menghubungkan petani lokal dengan pasar yang lebih luas, memastikan distribusi sayur segar berkualitas tinggi langsung ke konsumen.