Hingga akhirnya, perkuliahan beralih ke sistem daring akibat pandemi COVID-19, yang sedikit meringankan biaya transportasinya.
Baca Juga: Belajar Tanpa Batas: Kisah Inspiratif Guru Besar IPB yang Kembali Menjadi Mahasiswa S1
Perjalanan Kuliah: Tantangan dan Dukungan
Di FK UNDIP, Annisa merasakan lingkungan akademik yang inklusif dan penuh dukungan.
Ia mendapat motivasi dari dosen dan teman-temannya, yang membuatnya semakin bersemangat dalam belajar.
"Alhamdulillah, saya dikelilingi teman-teman yang mendukung, baik secara emosional maupun akademik. Dosen-dosen di sini mengajar dengan sepenuh hati dan selalu mendorong kami untuk terus berkembang," ungkapnya.
Baca Juga: Sepatu Lokal Asal Malang Sukses Go Global Ekspor ke 8 Negara, Didukung Pemberdayaan BRI
Tidak hanya itu, Annisa juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para pasien dan "guru-guru" cadaver (jenazah yang diawetkan untuk pembelajaran medis).
Baginya, tanpa mereka, ia dan teman-temannya tidak akan bisa menjadi dokter.
Baca Juga: Syed Saquib: Kisah Inspiratif Kandidat Doktor Termuda ITB, Lulus di Umur 25 Tahun
Strategi Sukses: Kerja Keras, Manajemen Waktu, dan Doa
Ketika ditanya tentang rahasia keberhasilannya, Annisa menekankan pentingnya mengenali kemampuan diri sendiri dan menerapkan strategi belajar yang efektif.
"Harus tahu cara belajar yang paling cocok, fokus pada materi, dan tentunya banyak berdoa," ujarnya.
Sejak SMA, Annisa dikenal sebagai siswa yang tekun dan aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik.
Sikap inilah yang terus ia bawa hingga ke bangku kuliah, membantunya mencapai prestasi luar biasa.