"Meta telah menyiapkan empat 'ruang perang' bagi teknisi untuk menemukan model DeepSeek," terang pernyataan resmi dari Meta kepada The Economic Times.
"Meta ingin mengetahui bagaimana DeepSeek berhasil menciptakan chatbot AI yang lebih murah," tegasnya.
- Elon Musk Nilai Guncangan DeepSeek 'Biasa Saja'
DeepSeek sebagai perusahaan rintisan AI asal China juga menuai sorotan dari CEO SpaceX, Elon Musk.
Baca Juga: Tabel Pinjaman KUR Mandiri 2025 Rp25-35 Juta, Syarat dan Cara Pengajuan
Terkait eksistensi DeepSeek yang menjadi pesaing ketat ChatGPT di pasar global, Musk justru ragu dengan pergerakan pasar saham yang signifikan akibat AI buatan China itu.
Musk lebih tertarik menyoroti Trump yang siap berinvestasi besar-besaran dalam AI untuk mempertahankan daya saing AS dalam kompetisi kecerdasan buatan di dunia internasional.
Keraguan Musk itu tampak dalam wawancaranya bersama CEO Salesforce, Marc Benioff yang menyatakan DeepSeek bangkit dalam industri AI.
Baca Juga: KIP Kuliah 2025: Buka Februari? Cek Jadwal, Syarat, dan Cara Daftarnya di Sini!
"Lmao no, (tidak)" kata Musk dengan lugas sebagaimana dikutip dari The Economic Times dalam artikel berbeda yang tayang pada Senin, 27 Januari 2025.
"Presiden Trump telah mengumumkan inisiatif besar senilai 500 miliar dolar (Rp8.107,5 triliun) inisiatif yang mencerminkan AS tetap menjadi pemimpin persaingan AI," tegasnya.
- Pujian Jensen Huang ke DeepSeek: AI yang Luar Biasa
CEO NVIDIA, Jensen Huang memuji DeepSeek yang telah melakukan pendekatan inovatif dan efisien dalam pengembangannya.