Salah satu pencapaian terbesarnya adalah tesis tentang pengembangan nanokatalis untuk produksi bioavtur dari minyak jelantah.
Aldino melihat peluang besar dalam mengubah limbah yang dianggap tidak bernilai menjadi solusi energi ramah lingkungan.
“Kita hidup di era di mana perubahan iklim adalah ancaman nyata. Penelitian saya mencoba menjawab tantangan itu dengan cara yang praktis dan relevan,” ujarnya.
Proses hydrotreatment yang ia rancang berhasil menghasilkan bioavtur dengan komposisi kimia yang hampir identik dengan avtur berbasis fosil.
Proyek ini tidak hanya berhenti di tingkat penelitian.
Dengan total 26 publikasi jurnal internasional yang telah terindeks Scopus, Aldino membuktikan bahwa inovasi bisa memiliki dampak global.
Kisah di Balik Pencapaian
Kesuksesan Aldino bukan tanpa tantangan.
Menyelesaikan dua program studi sambil menjadi mahasiswa doktoral adalah pekerjaan yang membutuhkan pengelolaan waktu, disiplin, dan mental baja. “Kita harus ulet, tekun, dan telaten,” pesan Aldino kepada mahasiswa lainnya.
Namun, di balik kerja kerasnya, ada rasa cinta yang mendalam pada UGM.
“Tanpa ragu, sejak SNMPTN, saya memilih UGM sebagai cinta pertama saya,” ungkapnya.
Lingkungan akademik yang mendukung, dosen-dosen ahli, serta fasilitas yang lengkap menjadi alasan ia bertahan hingga jenjang doktoral.
Baca Juga: Anda Fresh Graduate? Bergabunglah dalam Relationship Manager Development Program di Bank Sinarmas
Inspirasi untuk Generasi Mendatang