pendidikan

Libur Pembelajaran Di Bulan Ramadan Tuai Pro-Kontra. Ini Kemungkinan Keputusan Pemerintah: Tidak Libur, Tetapi Pembelajaran di Rumah

Sabtu, 18 Januari 2025 | 19:15 WIB
Ilustrasi belajar di rumah yang akan diterapkan selama bulan Ramadan (freepik/our-team)

Baca Juga: DUNIA PARENTING: Kesehatan Mental Anak, Prioritas Orang Tua dalam Era yang Serba Cepat

Namun, sikap baik Belanda ini memiliki motif politis. Peter Carey, seorang sejarawan Inggris, menyebutkan bahwa pendekatan tersebut dimaksudkan untuk mempengaruhi Diponegoro agar menyerah tanpa syarat.

Meskipun demikian, dua hari sebelum Lebaran pada 25 Maret 1830, Pangeran Diponegoro ditangkap, menandai akhir Perang Jawa.

Kebijakan Daoed Joesoef: Menghapus Libur Ramadan

Pada periode 1978-1983, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef membuat gebrakan besar dengan meniadakan libur sekolah selama Ramadan.

Baca Juga: ALHAMDULILLAH! Cek Besaran Kenaikan Tunjangan Sertifikasi Guru Honorer 2025

Langkah ini menuai protes dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama, yang khawatir kebijakan tersebut akan mengganggu pelaksanaan ibadah puasa dan kegiatan keagamaan seperti pesantren kilat.

Daoed berpendapat bahwa belajar di sekolah juga merupakan bagian dari ibadah.

Ia merujuk pada perintah pertama Tuhan dalam Al-Qur'an, yaitu Iqra' (bacalah), yang menurutnya mengajarkan pentingnya belajar.

Baca Juga: Otoritas Jasa Keuangan Buka Lowongan Kerja Terbaru untuk SMA dan SMK: Peluang Berkarier Usia 21-45 Tahun!

Muhammadiyah dan PBNU: Pandangan terhadap Kebijakan Ramadan

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah ini, dengan menyiapkan paket khusus untuk menggantikan aktivitas belajar-mengajar formal.

Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyebutkan bahwa kegiatan seperti pesantren kilat di masjid atau sekolah tetap akan dilakukan dengan pengawasan guru.

"Kami mendukung, tapi ada tiga poin penting bagi Muhammadiyah, Ramadan harus tetap dijadikan arena untuk mendidik akhlak, budi pekerti, dan mendidik karakter," kata Haedar.

Baca Juga: Guru Sertifikasi dan Non-Sertifikasi Full Senyum, Siap dapat 6 Jenis Tunjangan yang Akan Cair di 2025

Halaman:

Tags

Terkini