Inovasi ini juga menggunakan teknologi panel surya pada alat sensornya, yang memungkinkan alat bekerja mandiri tanpa ketergantungan pada sumber listrik eksternal.
“Dengan memanfaatkan energi terbarukan, peternak bisa menghemat biaya operasional sekaligus mendukung konsep ramah lingkungan,” tambah Sandi.
Baca Juga: Kisah Syaikha Wisudawan SV UNDIP, Disunting Empat Perusahaan Dalam sebulan
Prestasi di Ajang Internasional
Kerja keras Sandi membuahkan hasil ketika ia meraih juara pertama di Presidential Hackathon International Track 2024 di Taiwan.
Kompetisi ini bertema “Digital dan Ramah Lingkungan: Infrastruktur Publik Generasi Berikutnya” dan diikuti oleh 77 peserta dari berbagai negara. Sandi berhasil membawa pulang hadiah sebesar USD 5.000 (sekitar Rp 80 juta) dan kesempatan untuk berkolaborasi dengan pemerintah Taiwan.
Kolaborasi ini mencakup pengembangan fitur Moo Apps, seperti peningkatan akurasi sensor, optimalisasi sistem berbasis AI, hingga perluasan jangkauan mitra aplikasi.
Baca Juga: BATAL! Cara Refund Tiket Konser Taeyang BIGBANG Jakarta 2025 Dan Alasan di Balik Pembatalan
“Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat proses komersialisasi dan memberikan manfaat lebih besar bagi para peternak,” jelas Sandi.
Dukungan dan Apresiasi dari Universitas Pertamina
Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU, memberikan apresiasi atas keberhasilan Sandi.
Menurutnya, inovasi seperti Moo Apps mencerminkan kemampuan mahasiswa Universitas Pertamina untuk mengintegrasikan pembelajaran dengan solusi nyata.
“Prestasi Sandi membuktikan keberhasilan Universitas Pertamina dalam mendukung mahasiswa mengembangkan inovasi berkelanjutan.
Sebagai perguruan tinggi yang berorientasi teknologi dan energi, kami berkomitmen memberikan bekal terbaik kepada mahasiswa agar siap menghadapi tantangan global,” ujar Prof. Wawan.
Baca Juga: Kerin Wisudawati Keren dari UNDIP yang Borong Prestasi di Bidang Esai: Inspirasi Mahasiswa Masa Kini