Teknologi Reaktor Membran: Solusi Hemat Energi dan Ramah Lingkungan
Endy Julianto menjelaskan keunggulan teknologi reaktor membran tubular dalam proses hidrolisis enzimatis.
Metode ini mampu mencapai konversi tinggi hingga 97%, hemat energi karena beroperasi pada suhu rendah, dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia tambahan.
“Reaktor membran juga memungkinkan daur ulang enzim, sekaligus memisahkan inhibitor reaksi, sehingga prosesnya lebih efisien,” ujarnya.
Selain itu, teknologi ini dapat menggabungkan proses sakarifikasi dengan pemisahan partikel, menjadikannya solusi yang sangat strategis untuk implementasi dalam skala industri.
Baca Juga: Mahasiswa UNDIP Raih Penghargaan Internasional Lewat Inovasi Pemurnian Air Pintar SUNNECT
Membangun Kemandirian Melalui Inovasi
Dengan teknologi ini, Prodi TRKI UNDIP berupaya mengurangi ketergantungan impor sekaligus mendorong diversifikasi produk berbasis sagu.
Endy optimis bahwa inovasi ini dapat meningkatkan kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan glukosa cair.
“Teknologi ini tidak hanya memberikan solusi industri, tetapi juga memberdayakan potensi lokal untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” tegas Endy.
Memberdayakan Daerah Penghasil Sagu
Selain manfaat bagi industri, pengembangan teknologi ini juga berpotensi memberdayakan daerah-daerah penghasil sagu di Indonesia, seperti Papua, Maluku, dan Sulawesi.
Dengan mendorong budi daya sagu secara berkelanjutan, masyarakat lokal dapat menjadi bagian dari rantai nilai industri glukosa cair.
“Ini adalah langkah strategis untuk memaksimalkan pemanfaatan sagu, yang selama ini dianggap kurang bernilai. Kami ingin memastikan bahwa inovasi ini berdampak hingga ke tingkat hulu,” ujar Endy.