Baca Juga: Garuda Official Store Hadir di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
Periode emas ini membutuhkan stimulasi yang tepat melalui pendidikan, gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang berkualitas.
Tantangan utama meliputi pemerataan layanan dan pemberdayaan keluarga sebagai pengasuh utama.
“Keluarga adalah pilar utama perkembangan anak. Maka, penting bagi kita memastikan penguatan kapasitas keluarga,” jelas Woro.
Kemenko PMK juga berkomitmen menciptakan sinergi antarsektor untuk memenuhi kebutuhan anak pada setiap tahap pertumbuhan.
Baca Juga: Contoh Narasi Raport PAUD dan TK Semester 1 Terbaru 2024 untuk Capaian Pembelajaran
Langkah Konkret Menuju PAUD Berkualitas
Direktur PAUD, Komalasari, mengungkapkan bahwa kementerian telah mendampingi 250 kabupaten/kota untuk membangun regulasi dan komitmen dalam mendukung layanan PAUD HI.
Visi utama adalah memastikan setiap satuan PAUD memenuhi kebutuhan dasar anak, mulai dari pendidikan, gizi, kesehatan, hingga kesejahteraan.
Sebanyak 76% satuan PAUD kini telah memenuhi minimal 6 dari 8 indikator PAUD HI. Indikator ini mencakup:
Kelas orang tua
- Pemantauan tumbuh kembang anak
- Koordinasi layanan gizi dan kesehatan
- Fasilitas sanitasi dan air bersih
Untuk mendukung ini, Kemendikdasmen berkolaborasi dengan Bank Dunia melalui program INEY, yang ditargetkan memperkuat implementasi PAUD berkualitas pada 2025.
Investasi pada Anak, Investasi pada Masa Depan
PAUD HI adalah jawaban atas tantangan pendidikan usia dini di Indonesia.