Menurut Ketua Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dan Pelestarian Hidup PP Kagama, Sulastama Raharja, hingga kini Kagama telah menyalurkan Rp1,434 miliar untuk membantu 453 mahasiswa.
Baca Juga: Lowongan Kerja Bappeda Jakarta 2024: Peluang Emas untuk Lulusan S1 Berbagai Jurusan. Hanya Dua Hari!
Selain itu, program Orang Tua Asuh Gadjah Mada Peduli juga berhasil menghimpun Rp605 juta yang disalurkan kepada 25 mahasiswa kurang mampu.
Penyerahan beasiswa secara simbolis di acara ini menjadi bukti nyata bahwa alumni UGM tidak melupakan tanggung jawab sosial mereka.
Semangat berbagi dan peduli ini menjadi inspirasi bagi semua yang hadir.
Kampus Kerakyatan yang Menjunjung Inklusi
Ketua Dies Natalis Ke-75 UGM, Dr. Arie Sujito, menyampaikan bahwa prinsip UGM adalah memberikan kesempatan pendidikan untuk semua kalangan.
"Tidak boleh ada yang tidak kuliah hanya karena tidak punya uang,” tegasnya.
Baca Juga: Kabar Baik untuk Tenaga Honorer: MenPAN RB Pastikan Tidak Ada PHK Massal!
Hal ini menunjukkan bagaimana UGM terus berkomitmen menjadi kampus kerakyatan yang inklusif dan tanpa diskriminasi.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, juga mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara Kagama dan UGM.
Melalui berbagai program seperti Gadjah Mada Peduli, hilirisasi riset, hingga peran alumni dalam mendukung pengembangan kampus, sinergi ini diharapkan terus tumbuh untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi Indonesia.
Baca Juga: UGM dan JaDI DIY Kolaborasi Pantau Pilkada, Mahasiswa Terlibat Aktif Mendukung Demokrasi
Bersama Membangun Masa Depan
Acara temu alumni ini lebih dari sekadar nostalgia. Ini adalah bukti nyata bagaimana sinergi UGM dan Kagama dapat membawa manfaat besar, baik dalam mendukung pendidikan maupun pelestarian lingkungan.