Sanidheo Buktikan Bisa Lulus S1 UGM Lebih Cepat dengan IPK Cumlaude

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Jumat, 29 November 2024 | 16:00 WIB
Sanidheo Chandra Ramadhana, wisudawan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM)
Sanidheo Chandra Ramadhana, wisudawan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM)

TITIKTEMU.CO, Menggabungkan kecerdasan akademik dengan manajemen waktu yang tepat selama kuliah, Sanidheo Chandra Ramadhana, wisudawan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, membuktikan bahwa ambisi yang terarah dapat membawa hasil yang luar biasa.

Hanya dalam waktu 3 tahun 1 bulan 14 hari, ia berhasil menjadi wisudawan tercepat di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan IPK 3,83 pada Upacara Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan UGM. Lebih mencengangkan lagi, sebagian besar skripsinya diselesaikan saat mengikuti program pertukaran pelajar di Jerman.

Sanidheo, atau yang kerap dipanggil Dheo, lahir dan besar di Yogyakarta. Ia menempuh pendidikan di SMP Negeri 5 Yogyakarta dan melanjutkan ke SMA Negeri 3 Yogyakarta. Ketertarikan Dheo terhadap politik dan tata kelola ternyata sudah muncul sejak SMA. Hal inilah yang kemudian membawanya memilih program studi Manajemen dan Kebijakan Publik (MKP) di UGM.

Baca Juga: Kisah Muhammad Daffa Adiibah Sinapoy Yang Menjadi Lulusan Tercepat Dalam Wisuda UGM.

Semasa kuliahnya, manajemen waktu menjadi senjata andalan Dheo dalam menghadapi berbagai tuntutan. Salah satu strateginya adalah dengan menyelesaikan skripsi lebih awal selama mengikuti program pertukaran pelajar di Jerman pada semester kelima. “Saat exchange, saya fokus menyelesaikan skripsi, sehingga ketika semester enam, saya tidak perlu mengambil ulang kelas. Bahkan saat menjalani KKN, skripsi saya sudah selesai. Kalau mau dibilang keteteran, ya asal kita bisa mengatur waktu dengan baik, pasti bisa,” jelas Dheo.

Meski fokus pada akademik, Dheo tidak melupakan pentingnya keseimbangan antara akademik dan non-akademik. Baginya, pengalaman berorganisasi dan bersosialisasi adalah ilmu yang tidak kalah penting.  “Banyak teman saya yang aktif di organisasi atau sibuk bermain, tetapi saya memilih untuk fokus. Saya sudah dua tahun di organisasi mahasiswa, jadi tahu kapan waktunya berhenti dan mengejar tujuan yang lebih besar,” tuturnya.

Topik skripsi Dheo juga menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu strategis. Dalam skripsinya yang berjudul “The State’s Policy Remediation of Human Rights Due Diligence in the Indonesia’s Palm Oil Industry Labor Supply Chain”, ia membahas pentingnya meratifikasi kebijakan hak asasi manusia dalam rantai pasok industri kelapa sawit di Indonesia. Skripsinya ini bahkan menarik perhatian peneliti dari UNDP, yang kemudian menawarkan Dio untuk bergabung dalam proyek penelitian terkait di Sorong, Papua Barat.

Baca Juga: Awane Theovilla, Setelah Jadi Sarjana UGM Ingin Mengabdikan Ilmunya di Kampung Awabutu

Selain prestasi akademik, Dheo juga mengaku aktif sebagai pembicara di berbagai forum. Ia pernah menjadi narasumber dalam pelatihan organisasi, advokasi konflik, hingga kegiatan regenerasi himpunan mahasiswa di beberapa fakultas. Selain itu, ia juga pernah menjalani magang di sebuah NGO internasional di bidang penulisan. 

Setelah menyelesaikan studi di UGM, Dheo telah diterima di University of London untuk program S2. Namun, keberangkatannya masih menunggu hasil dari beasiswa LPDP. Selain itu, ia juga mempertimbangkan untuk terus berkontribusi melalui penelitian dan proyek-proyek internasional yang relevan dengan bidangnya.  “Saya ingin melanjutkan studi sekaligus bekerja di sektor kebijakan publik yang memiliki dampak luas. Sejauh ini, saya berencana menyelesaikan kontrak di UNDP hingga Februari 2025, baru setelah itu fokus untuk studi S2,” ungkapnya.

Dheo memberikan pesan penting kepada mahasiswa lainnya untuk terus berpegang pada idealisme dan tidak terpengaruh oleh budaya negatif. Ia menjadi bukti bahwa kombinasi antara dedikasi, kerja keras, dan manajemen waktu yang baik dapat membawa seseorang menuju kesuksesan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X