TITIKTEMU.CO-Dalam perayaan Dies Natalis Ke-75 dan Lustrum Ke-15, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan temu alumni bertema “Sinergi UGM dan Kagama”.
Acara yang berlangsung di Grha Sabha Pramana pada Sabtu (14/12) malam itu, menjadi ajang mempererat hubungan antara kampus dan keluarga alumni.
Namun, tak hanya sekadar reuni, kegiatan ini juga dipenuhi momen penuh makna yang menggambarkan komitmen bersama untuk mendukung pendidikan dan pelestarian lingkungan.
Baca Juga: SIDEK-ERP: Inovasi Dosen UGM untuk Transformasi Pelaporan Keuangan Digital UMKM
Dedikasi untuk Masa Depan Hijau: Wanagama Nusantara
Salah satu sorotan utama acara ini adalah penghargaan yang diberikan kepada tiga alumnus Fakultas Kehutanan UGM atas peran mereka dalam membangun Wanagama Nusantara.
Kawasan konservasi dan pendidikan seluas 621 hektare ini dirancang untuk mendukung pelestarian lingkungan di Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus menjadi simbol dedikasi UGM terhadap keberlanjutan ekosistem Indonesia.
Ketiga alumnus tersebut adalah:
- Muchamad Sumedi, atas kontribusinya dalam rehabilitasi hutan dan lahan.
- Pungky Widiaryanto, atas kiprahnya dalam pengelolaan sumber daya air dan kehutanan.
- Dyah Murtiningsih, atas peran pentingnya dalam pengelolaan gas dan rehabilitasi hutan.
Baca Juga: UGM dan Kemendag Berkolaborasi: Mengakselerasi UMKM Indonesia di Era Digital
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, dan Ketua Umum PP Kagama, Basuki Hadimuljono.
Mereka berharap Wanagama Nusantara bisa menjadi pusat pendidikan berbasis lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dari Alumni untuk Pendidikan: Lelang Batik dan Beasiswa
Di balik kemeriahan acara, ada aksi nyata yang menyentuh hati.
Kagama mengadakan lelang batik dan wastra nusantara, di mana seluruh hasilnya digunakan untuk mendukung Program Beasiswa Kagama.