“Di sini, saya belajar berbagai software untuk bisnis, dan langsung menerapkannya dalam proyek yang saya jalani di ITS.
Sistem pendidikan Finlandia memberi ruang untuk belajar dengan cara yang sesuai minat kita,” jelas pemuda kelahiran 12 Desember 2002 ini.
Selain akademik, Bima juga belajar banyak dari budaya Finlandia.
Orang-orang di sana menghargai waktu, menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, dan menghormati waktu akhir pekan.
“Nggak ada yang bekerja saat akhir pekan. Itu waktu untuk diri sendiri,” tambahnya sambil tersenyum.
Baca Juga: Manfaatkan Kesempatan! Program Beasiswa PKU-PKUP dari LPDP untuk Cetak Ulama Bertaraf Internasional
Pengalaman Magang dan Kolaborasi Internasional
Selama di Finlandia, Bima tidak hanya fokus pada kuliah.
Ia juga magang di Demola Global, sebuah komunitas global yang mendorong mahasiswa menciptakan solusi untuk masalah dunia.
Di sana, Bima bekerja dalam tim internasional, menerapkan ilmunya secara langsung.
“Ini pengalaman luar biasa. Saya belajar bagaimana menyelesaikan masalah secara kolaboratif, dengan sudut pandang yang sangat beragam,” ungkapnya antusias.
Menemukan Keluarga Baru di Negeri Orang
Awalnya, Bima sempat merasa cemas akan kesepian di negeri asing. Tapi rasa itu hilang ketika ia bertemu 178 orang teman-teman dari berbagai negara yang mendapatkan program beasiswa byang sama dengannya.
“Saya berteman dengan mahasiswa dari Bhutan, bahkan bertemu mahasiswa Indonesia penerima beasiswa International Student Mobility Award (IISMA) 2024.