pendidikan

Kemenag Gelar Sayembara Jurnal Turasia: Menjaga Tradisi Keilmuan Islam Indonesia

Kamis, 28 November 2024 | 14:30 WIB
Sayembara penulisan artikel dari Kemenag terbuka untuk mahasiswa peneliti, akademisi dan praktisi (kemenag.go.id)

TITIKTEMU.CO-Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag), melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan Islam dengan menyelenggarakan sayembara penulisan artikel ilmiah untuk Jurnal Turasia.

Sayembara ini bertujuan untuk merawat dan mengembangkan tradisi keilmuan Islam Indonesia yang dikenal dengan istilah turats.

Dengan tema “Merawat dan Memajukan Tradisi Keilmuan Islam Indonesia (Turats Indonesia)”, Kemenag mengundang berbagai kalangan, mulai dari Mudir Ma’had Aly, dosen (Muhadlir), mahasantri, hingga peneliti, akademisi, dan praktisi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan intelektual Islam.

Baca Juga: Ini Dia , Kemenag Inisiasi ARMI 2024 untuk Belajar Bersama

Mengapa Sayembara Jurnal Turasia Penting?

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Basnang Said, menekankan bahwa sayembara ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menghidupkan kembali tradisi intelektual Islam klasik di Indonesia.

“Tradisi keilmuan Islam klasik, atau turats, adalah warisan penting yang telah membangun fondasi keilmuan Islam selama berabad-abad. Kini, tugas kita adalah menjadikannya relevan dengan konteks modern tanpa kehilangan akar tradisionalnya,” jelas Basnang.

Baca Juga: Lowongan Kerja Bank BCA Syariah 2024: Kesempatan Karir Menarik untuk Semua Jurusan!

Melalui Jurnal Turasia, Kemenag ingin memperkuat posisi Ma’had Aly sebagai pusat keilmuan Islam berbasis tradisi, sekaligus menjadikannya relevan dalam menjawab tantangan zaman.

Topik dan Metode Penelitian yang Didukung

Sayembara ini memberikan ruang luas bagi eksplorasi berbagai bidang dalam tradisi Islam klasik, di antaranya:

  • Al-Qur’an
  • Hadis
  • Fikih
  • Tasawuf
  • Bahasa dan Sastra Arab
  • Akidah dan Filsafat
  • Sejarah Islam

Baca Juga: Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Tingkat Pusat Dibuka Hingga 6 Desember 2024, Ini Syaratnya
Salah satu keunikan dari Jurnal Turasia adalah keberaniannya mendukung metode penelitian Islam tradisional, seperti:

  1. Tahqiq: Verifikasi manuskrip klasik.
  2. Takhrij: Penelusuran sanad hadis.
  3. Ta’liq: Komentar atas teks ilmiah.
  4. Talkhis: Ringkasan karya besar.
  5. Syarh: Penjabaran atau komentar mendalam atas karya sebelumnya.

 

“Metode-metode ini semakin jarang digunakan di dunia akademik modern. Melalui Jurnal Turasia, kami ingin menghidupkan kembali pendekatan-pendekatan tersebut,” ujar Mahrus El Mawa, Kasubdit Pendidikan Diniyah dan Ma’had Aly.

Halaman:

Tags

Terkini