TITIKTEMU.CO-Tim Pengabdian Masyarakat Iptek Bagi Desa Binaan (IDBU) Universitas Diponegoro (UNDIP) membuktikan bahwa inovasi sederhana dapat membawa dampak besar.
Di Desa Tambakbulusan, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mereka memperkenalkan teknologi ramah lingkungan berupa penggunaan eco-friendly polybags dalam pembibitan mangrove.
Terobosan ini menjadi langkah nyata untuk mengatasi ancaman limbah plastik yang mengancam ekosistem pesisir.
Baca Juga: Perubahan Aturan Baru Sertifikasi Guru, Benarkah Tunjangan Profesi Guru Dihapuskan?
Meninggalkan Polybag Plastik Demi Masa Depan yang Lebih Baik
Selama ini, polybag berbahan plastik sering digunakan sebagai wadah media tanam.
Sayangnya, limbah plastik yang sulit terurai ini menjadi salah satu penyebab utama pencemaran lingkungan, merusak tanah, air, dan bahkan membahayakan kesehatan manusia.
Melihat urgensi ini, tim yang dipimpin oleh Prof. Denny Nugroho Sugianto dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP menghadirkan alternatif berupa eco-friendly polybags.
Baca Juga: Dinas Lingkungan Hidup : Optimalkan Biopori untuk Pengolahan Sampah Organik di Lahan Sempit
Berbeda dari polybag plastik konvensional, bahan eco-friendly polybags terbuat dari material yang mudah terdegradasi oleh alam.
Selain ramah lingkungan, keunggulan lainnya adalah polybag ini dapat langsung ditanam bersama bibit mangrove tanpa perlu membongkar media tanam, sehingga meningkatkan tingkat kelangsungan hidup tanaman.
Menanam Harapan, Memulihkan Ekosistem Mangrove
Ekosistem mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami pesisir, habitat bagi berbagai jenis biota laut, dan penyerap karbon.
Baca Juga: Lowongan Kerja Magang KemenSetneg ada Puluhan Posisi untuk Siswa SMK dan Mahasiswa D3-S1