pendidikan

Ini Dia , Kemenag Inisiasi ARMI 2024 untuk Belajar Bersama

Sabtu, 9 November 2024 | 18:00 WIB
Apresia[k]si Remaja Masjid Indonesia (ARMI) 2024 (Kemenag)

TITIKTEMU.CO, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Prof Kamaruddin Amin, menyambut baik dan mengapresiasi digelarnya ‘Apresia[k]si Remaja Masjid Indonesia (ARMI) 2024’. ini merupakan sebentuk inisiasi pembinaan SDM muda kemasjidan yang sangat penting dan berdimensi futuristik.

“Sebab, bicara remaja dan pemuda, artinya berbicara tentang pola pikir, sikap, tindakan, idealisme, dan semangat tentang masa depan. Ya, masa depan masjid-masjid kita, masa depan Indonesia, masa depan dunia,” kata Dirjen Kamaruddin saat berbicara pada gelaran ARMI 2024.

Dalam sejarah Islam, pemuda selalu berperan penting. Di tangan pemuda, ada harapan untuk kelangsungan agama, pembangunan masyarakat, dan kejayaan bangsa. Karena itu, betapa pentingnya pemuda memiliki iman kuat, ilmu bermanfaat, dan akhlak mulia sebagai bekal menyongsong masa depan.

Baca Juga: Ada Apresiaksi Remaja Masjid Indonesia, Ini Cara Daftarnya!

 

“Maka, forum seperti ARMI 2024 ini, sebagai sebentuk “peer-training” (saling belajar dari sesama) menjadi relevan dan strategis,” tandas Guru Besar UIN Alauddin Makassar itu.

Merujuk data BPS, jumlah pemuda di Indonesia pada 2023 adalah 64,16 juta jiwa. Sekitar 23,18% atau hampir seperempat dari total penduduk Indonesia. Mereka akan mengalami bonus demografi, yakni ketika penduduk berusia produktif lebih banyak dari yang non produktif.

Dalam konteks remaja masjid, sebagai bagian penting pemuda Indonesia, Kamaruddin berpesan dan berharap ikhtiar ini terus dioptimalkan melalui aneka program pembinaan. Baik langsung dalam bentuk pelatihan atau pembinaan SDM remaja masjid, maupun tak langsung seperti praktik pengelolaan masjid oleh pemuda dengan dukungan baik dari pemerintah, pemda, ormas, maupun swasta.

“Saya dengar banyak kelompok remaja masjid yang bisa menggerakkan masyarakatnya untuk memakmurkan masjid. Saya juga dengar ada kreativitas unik kekinian di era medsos yang bisa menginspirasi remaja masjid lainnya,” ujarnya bangga.

Baca Juga: Berkaca dari Ingar Bingar Nikita Mirzani dan Lolly di Medsos: Menjaga Kesehatan Anak Remaja Dimulai dari Orang Tuanya

Pihaknya berkomitmen mengambil peran penting dalam ikhtiar ini. Di Subdit Kemasjidan Direktorat Urais Binsyar, selain memperkuat para takmir masjid dengan program MPMB (Masjid Profesional Moderat Berdaya), pembinaan imam masjid, khatib, penceramah agama, serta memberi bantuan stimulan untuk masjid dan musala, juga perlu terus melakukan serangkaian langkah pembinaan SDM muda masjid ini. Masa depan di tangan mereka.

 

Kasubdit Kemasjidan, Akmal Salim Ruhana, sebelumnya mengatakan bahwa ini program pembinaan remaja masjid yang unik, yakni peer training (saling belajar di antara remaja masjid). Tidak hanya di ruangan, namun akan dipublikasikan lebih luas melalui media online dan media sosial.

“Ini bukan lomba-lombaan, apalagi sekadar lomba foto atau video. Ini justru dalam rangka memfasilitasi remaja-remaja masjid terpilih, memberi panggung yang keren untuk bisa menularkan kebaikannya ke yang lain,” ujarnya.

Sebelumnya terdapat 125 orang pendaftar. Secara administratif terseleksi menjadi tinggal 68. Lalu dicermati lagi, berbagai pertimbangan (melihat profil dan kegiatannya, juga perhatian khusus ke wilayah tertentu, dengan alasan dakwah), maka terpilih 16 orang dari berbagai provinsi.

Halaman:

Tags

Terkini