UGM juga membuat pemantauan terhadap kondisi instalasi atau water fountain tidak dapat dilakukan dengan cepat sehingga muncul keluhan aliran air kecil atau tidak mengalir. Wiwit menyebutkan kedepannya Toyagama akan lebih banyak melakukan pemenuhan kebutuhan air minum sekaligus melakukan edukasi kepada stakeholders agar seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga kualitas layanan dengan baik. “Harapannya ke depan, Toyagama dapat memenuhi seluruh kebutuhan air minum UGM dan menjadi produk lokal kebanggan UGM yang mendukung kualitas kesehatan civitas UGM,” pungkasnya.