TITIKTEMU.CO - Setelah puasa Ramadhan umat Islam dianjurkan untuk mengerjakan puasa Syawal selama enam hari.
Puasa Syawal ini memiliki keutamaan yang luar biasa karena setara dengan mengerjakan puasa selama setahun.
Hal ini seperti diriwayatkan Muslim; “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR Muslim no. 1164).
Baca Juga: Kapan 1 Syawal Idul Fitri 2024? Ini Prediksi Pemerintah, Muhammadiyah dan NU
Karena itu itu meskipun hgukumnya sunnah, puasa syawal sangat dianjurkan. Lantas apakah pelaksanaannya harus enam hari berturut-turut?
Sebelum menjawab pertanyaan itu, ada baiknya lebih dulu memperhatikan tata cara dan ketentuan melaksanakan puiasa Syawal agar tidak sia-sia.
Perlu diketahui, menjalankan puasa Syawal dianjurkan untuk menyelesaikan trlebih dulu utang puasa Ramadhan jika ada.
Baca Juga: Pengertian Puasa Syawal: Keutamaan, Niat, Doa, Tata Cara, Syarat dan Ketentuan
Sebab, bagaimanapun puasa Ramadan lebih utama dibandingkan puasa Syawal atau puasa Sunnah lain. Karena itu, mengqada atau mengganti puasa Ramadhan harus di utamakan.
Terkait pelaksanaan, puasa Syawal lebih dianjurkan dikerjakan enam hari berturut-turut. Namun, jika tidak memungkinkan tetap bias dilakukan selang-seling dalam bulan Syawal.
Tentang puasa Syawal ini, Ustadz Adi Hidayat melalui channel Youtube Adi Hidayat Official, menyampaikan ada satu riwayat penting yang disampaikan sahabat Abu Ayyub Al Anshari.
Baca Juga: Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat Awal Syawal 1445 H Digelar 9 April 2024
Riwayat tersebut dirangkum Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim nomor hadis 1164.
“Rasulullah Shallallahu SAW bersabda; “Man sama Ramadhan”. Siapapun yang menunaikan puasa Ramadhan ingat puasanya dirangkaikan dengan apa," sebut Ustadz Adi Hidayat.