TITIKTEMU.CO, – Shalat Tarawih lebih utama apabila dikerjakan di masjid secara berjamaah. Namun bagi mereka yang uzur, Shalat Tarawih tetap boleh dilakukan sendiri atau munfarid.
Meski dikerjakan sendiri, pahala yang didapatkan insya Allah tak akan berkurang meski salat Tarawih di rumah.
Tarawih tidak terdapat pada bulan-bulan lain selain pada bulan Ramadhan. Shalat Tarawih merupakan salah satu amalan sunnah yang dilakukan selama malam bulan Ramadhan.
Dikutip dari laman NU Online, Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk melaksanakan ibadah Shalat Tarawih sebagaimana dalam hadis :
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه)
“Barang siapa melakukan shalat (Tarawih) pada Ramadhan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta’âlâ) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘Alaih).
Shalat Tarawih dilakukan pada malam hari di bulan Ramadhan setelah Shalat fardhu Isya dan disunahkan mengakhirinya dengan Shalat Witir.
Ketika mengerjakan shalat Tarawih sendiri di rumah, penting untuk memahami bacaan niat Shalat Tarawih secara mandiri.
Baca Juga: Sri Sultan Tegaskan Literasi Dan Edukasi Agar Kasus Antraks Tidak Berulang
Tidak ada perbedaan antara tata cara sholat Tarawih di rumah secara munfarid maupun dengan sholat Tarawih di masjid secara berjamaah, baik dari segi bacaan maupun gerakannya.
Namun perbedaan terletak pada jumlah rakaat dan bacaan niat, yaitu niat mengerjakan sholat Tarawih sendiri atau niat saat berjamaah.
Untuk jumlah rakaat sholat Tarawih dapat dilakukan 8 rakaat atau 20 rakaat hingga 36 rakaat kemudian ditutup dengan shalat Witir.
Baca Juga: Penantian 30 Tahun Berakhir. Akhirnya All Indonesian Final Tunggal Putra di All England 2024