Pelajaran kedua dari malam Nisfu Syaban adalah memperkuat iman kita kepada Allah swt dan menjauhi terhadap kemusyrikan. Keimanan kita kepada Allah swt merupakan syarat utama masuk surga Allah swt. Sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dalam Sahih Ibnu Hibban, Nabi bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: "مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَاّ اللهُ، دَخَلَ الْجَنَّةَ"، فَقُلْتُ: وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ؟ قَالَ: "وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ
Artinya: "Nabi bersabda: Barangsiapa mengucapkan kalimat: Laa Ilaha Illa Allah, akan masuk surga. Saya bertanya: walaupun ia berzina dan mencuri? Nabi menjawab: Walaupun berzina dan mencuri "(HR. Ibnu Hibban)
Tidak hanya itu, orang kafir yang dosanya banyak, walaupun kekafiranya telah berlangsung selama bertahun-tahun, ketika ia mau bertaubat kepada Allah dan masuk Islam, maka diampuni segala dosa masa lalunya oleh Allah swt.
Sebagaimana firman Allah swt dalam Al-Qur'an surat Al-Anfal ayat 38:
قُلْ لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ يَّنْتَهُوْا يُغْفَرْ لَهُمْ مَّا قَدْ سَلَفَۚ وَاِنْ يَّعُوْدُوْا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْاَوَّلِيْنَ
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad) kepada orang-orang yang kufur itu, “Jika mereka berhenti (dari kekufurannya dan masuk Islam), niscaya akan diampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu. Jika mereka kembali lagi (memerangi Nabi), sungguh berlaku (kepada mereka) sunah (aturan Allah untuk menjatuhkan sanksi atas) orang-orang terdahulu.”
Orang yang beriman, tidak musyrik, dan tidak memiliki permusuhan, memiliki harapan besar mendapatkan ampunan Allah swt.
Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah,
Pelajaran ketiga adalah ampunan Allah sangat luas bagi siapapun yang mau bertaubat kepada Allah swt. Sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam kitab sahihnya:
عَن أَبِي هُرَيْرَةَ عَن النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ أَخْطَأْتُمْ حَتَّى تَبْلُغَ السَّمَاءَ ثُمَّ تُبْتُمْ لَتَابَ عَلَيْكُمْ . صحيح سنن ابن ماجة
Artinya: “Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi Muhammad saw, ia bersabda, ‘Andai kalian keliru hingga mencapai langit, lalu kalian bertobat, niscaya ia akan menerima tobat kalian,’” (HR Ibnu Majah).
Rahmat dan ampunan Allah swt sangat luas, Allah maha mengampuni terhadap hambanya. Malam Nisfu Sya’ban merupakan malam yang penuh ampunan dari Allah swt, kecuali dua orang, yaitu orang yang musyrik dan orang yang menebar permusuhan.
Maka mari kita manfaatkan momentum malam Nisfu Syaban untuk memohon ampunan dari Allah swt, menguatkan keimanan, merekatkan tali persaudaraan, dan menghentikan permusuhan. Semoga kita semua mendapatkan ampunan dan ridha dari Allah swt. Aamiin yaa Rabbal ’alamiin.