Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah,
Dalil hadits shahih yang menjadi landasan amaliah pada malam Nisfu Syaban adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya yang berbunyi:
يَطَّلِعُ اللهُ تَبارك وتَعالى إلى خَلْقِه لَيْلةَ النِّصْفِ مِن شَعْبانَ، فيَغفِرُ لجَميعِ خَلْقِه إلَّا لمُشرِكٍ أو مُشاحِنٍ
Artinya: "Sesungguhnya Allah memperhatikan hambanya pada malam Nisfu Syaban, kemudian Allah akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang menebar kebencian" (HR. Ibnu Hibban).
Malam Nisfu Syaban sudah diamalkan oleh para ulama salafushalih, seperti Imam Syafi’i, sebagaimana dikutip Imam Adz-Dzahabi dalam Kitab Al-Muhadzab fi Ikhtishari as-Sunan al-Kabir. Imam Syafi’i menjelaskan: "Telah sampai kepada kami bahwa doa dikabulkan pada lima malam, yaitu malam Jumat, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, awal malam Rajab, dan malam Nisfu Syaban. Dari sini jelas, bahwa malam Nisfu Syaban merupakan malam yang penuh dengan ampunan Allah swt dan malam dikabulkannya doa-doa seorang hamba.
Maka sungguh rugi jika kita tidak mengisi malam ini dengan ibadah, doa dan amalan kebaikan yang mendekatkan diri kita kepada Allah swt."
Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah, Ada beberapa pelajaran penting yang perlu kita perhatikan pada malam Nisfu Sya’ban.
Pertama adalah merekatkan persaudaraan dan menjauhi permusuhan. Sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan Imam Al Bukhari dalam kitab Sahih Bukhari:
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا وَلَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ
Artinya: "Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Anas bin Malik] radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki, saling membelakangi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara, dan tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi tiga hari."
Permusuhan tidak hanya menghambat ampunan Allah swt, namun juga terhalang dari surga Allah swt.
Sebagaimana hadits: لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ رَحْمٍ. رواه البخاري Artinya: "Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali persaudaraan" (HR. Bukhari).
Momen Nisfu Syaban merupakan kesempatan yang baik untuk mempererat tali persaudaraan dan menjauhi permusuhan. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan saling memberikan hadiah atau sedekah kepada sanak saudara, tetangga, teman, dan sesamanya. Hal ini penting karena menghilangkan permusuhan dapat menghantarkan kita kepada ampunan Allah swt.
Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah,