TITIKTEMU.CO, - Rajab menjadi bulan yang dinantikan umat Islam karena Rajab termasuk salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT.
Bulan Rajab adalah satu dari 4 bulan mulia (asyhurul hurum) selain bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharrram.
Rajab adalah bulan ke-7 dalam kalender Hijriah.
Baca Juga: Ide Bekal Sekolah Enak Awet Kenyang, Ini Cara Membuat Bolu Kukus Jagung Tanpa Mixer
Rasulullah telah menyebutkan bahwa bulan Rajab adalah bulan milik Allah. Pada bulan ini, amal ibadah umat Islam akan dilipatgandakan sehingga ajakan untuk meningkatkan kualitas ibadah perlu disampaikan.
Bukan hanya itu, dosa yang dilakukan pada bulan ini juga akan mendapat balasan dosa lebih besar.
Dikutip dari nu.or.id, materi khutbah Jumat ini mengangkat tema tentang kedatangan bulan Rajab dengan meningkatkan iman dan taqwa serta amalan-amalan sunnah.
Khutbah ini ditulis oleh H Muhammad Faizin, Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung dengan judul Bulan Rajab Tiba, Tingkatkan Doa Tinggalkan Dosa.
Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa LPDP 2024 Tahap Pertama sudah Dibuka. Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini
Khutbah I
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَهْدِيهِ وَنَشْكُرُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنْ لَّا إلهِ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَلَا مَثِيْلَ لَهُ، هُوَ الْإِلهُ الْعَفُوُّ الْغَفُوْرُ الْمُسْتَغْنِي عنْ كُلِّ مَا سِوَاهُ وَالْمُفْتَقِرُ إِلَيْهِ كُلُّ مَا عَدَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ الأُمَّةَ، صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً يَقْضِي بِهَا حَاجَاتِنَا وَيُفَرِّجُ بِهَا كُرُبَاتِنَا وَيَكْفِيْنَا بِهَا شَرَّ أَعْدَائِنَا وَسلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى صَحْبِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَآلِهِ الْأَطْهَارِ وَمَنْ وَالَاهُ
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِي مُحْكَمِ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ . وقَالَ: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Ketakwaan menjadi sebuah keniscayaan untuk senantiasa ditingkatkan sebagai rambu-rambu mengarungi perjalanan dalam kehidupan.