TITIKTEMU.CO, - Bulan Rabiul Awal merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan istimewa dalam agama Islam. Salah satunya yaitu peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang dikenal dengan maulid Nabi.
Momentum perayaan hari kelahiran baginda nabi menjadi waktu yang sangat tepat untuk dijadikan media dakwah mengajak pada kebaikan dan kebenaran.
Dikutip dari nu.or.id, materi khutbah Jumat ini mengajak kita semua untuk sama-sama saling mengingatkan, memberi nasihat, dan saling mengajak untuk melakukan kebaikan.
Baca Juga: Rekomendasi Danau di Bulukumba, Langsung Melihat Gunung, Airnya Bening Seperti Sirup
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَايَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ. أَحْمَدُهُ حُمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانِ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللّٰه وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَمُبْرِزُ كُلِّ مَنْ سِوَاهُ مِنَ الْعَدَمِ اِلَى الْوِجْدَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. أَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ أَوَّلاً بِتَقْوَى اللهِ تَعَالىَ وَطَاعَتِهِ بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: قُلْ بِفَضْلِ اللّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُواْ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Alhamdulillâhi rabbil alamin, segala puji dan sanjung mari senantiasa kita haturkan kepada Allah swt, karena berkah qudrah dan iradah-Nya, kita semua bisa senantiasa istiqamah menunaikan ibadah shalat Jumat. Semoga ibadah yang kita lakukan ini menjadi ibadah yang diterima oleh-Nya dan menjadi bukti bahwa kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang taat pada perintah-Nya.
Shalawat dan salam mari senantiasa kita haturkan kepada junjungan dan panutan kita bersama, yaitu Nabi Muhammad saw, yang sejarah keteladanannya akan terus menjadi referensi terbaik untuk dijadikan pedoman hidup agar selamat di dunia dan akhirat. Semoga kita semua diakui sebagai umatnya, dan mendapatkan limpahan syafaatnya kelak di hari kiamat. Amin ya rabbal âlamin.
Baca Juga: Akhirnya Ramadhan Sananta Tiba di Tiongkok, Perkuat Tim U 24 Indonesia
Selanjutnya, sebagai awal dalam memulai khutbah Jumat di atas mimbar yang mulia ini, sudah seharusnya bagi kami selaku khatib untuk mengajak diri sendiri, keluarga, dan semua jamaah yang turut hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, agar terus berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu dengan mengerjakan semua kewajiban dan meninggalkan larangan-Nya.
Selalu berusaha untuk bisa istiqamah mengerjakan kewajiban dan meninggalkan larangan merupakan puncak dari ketakwaan. Orang-orang yang sudah bisa menjaganya, berarti ia sudah tergolong dari orang-orang yang bertakwa. Jika tidak, maka sudah waktunya untuk berbenah dan berusaha menjadi manusia yang bertakwa.
Sebab, takwa akan menjadi bekal terbaik bagi semua umat Islam untuk dibawa menuju akhirat, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah swt berfirman: