TITIKTEMU.CO - Pada bulan Ramadhan terdapat malam yang sangat istimewa, malam yang tidak ada pada bulan-bulan lainnya yang disebut adanya malam Lailatul Qadar.
Lailatul Qadar sendiri diartikan sebagai malam yang mulia atau malam yang agung, karena malam tersebut mempunyai kelebihan dan juga kemuliaan di bandingan dengan malam-malam yang lain dalam bulan Ramadhan. Allah Swt berfirman.
Pada malam Lailatul Qadar umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah dan memohon kepada Allah Swt agar mengampuni semua dosa-dosa yang pernah kita perbuat.
Baca Juga: Kultum tentang Puasa Ramadhan: Kewajiban, Dalil, Syarat, dan Konsekuensi Meninggalkannya
Mengenai kapan tibanya malam lailatul Qadar yaitu pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, namun tentang tepat jatuhnya malam lailatul Qadar para ulama menganjurkan untuk mengintainya pada malam ke 21, ada juga yang menganjurkannya pada malam ke 23, ada pula yang berpendapat pada malam ke 25, ke 27 dan ke 29.
Berikut Ini Keutamaan Dan Keistimewaan Malam Lailatul Qadar
1. Orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar akan diampuni dosa-dosanya.
Hal tersebut berdasarkan hadist berikut ini:
Artinya: "Dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Saw bersabda: barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap keridhaan Allah diampuni dosa-doanya terdahulu." (HR Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: 7 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan: Meraih Keutamaan dan Pahala Berlipat
2. Malam Lailatul Qadar lebih utama dari 1000 bulan
Allah Swt berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: "Lailatul Qadar itu lebih utama dari seribu bulan." (QS. Al Qadar: 3).
Artikel Terkait
Teks Bacaan Doa Menghilangkan Amarah dan Doa Menghadapi Orang yang Sedang Marah, Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Artinya
Teks Bacaan Doa Ketika Susah Tidur Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Terjemahnya
Teks Bacaan Doa Saat Berjalan Menuju Masjid Sesuai yang Diajarkan Rasulullah SAW, Lengkap Beserta Arab, Latin dan Artinya
7 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan: Meraih Keutamaan dan Pahala Berlipat
Kultum tentang Puasa Ramadhan: Kewajiban, Dalil, Syarat, dan Konsekuensi Meninggalkannya