Suasana Mengharukan Di UGM, Ketika Orang Tua Mewakili Wisuda Sarjana Cum Laude Anaknya Yang Meninggal

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Minggu, 25 Februari 2024 | 16:00 WIB
Pasangan suami istri  Jono  dan Ngadinah  saat wisuda  anak kesayangan merekaDewi Sekar Rumpaka (UGM)
Pasangan suami istri Jono dan Ngadinah saat wisuda anak kesayangan merekaDewi Sekar Rumpaka (UGM)

TITIKTEMU.CO- Ada sesuatu yang mengharukan , di tengah prosesi Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan UGM yang berlangsung  Rabu (21/2) lalu. Saat pasangan suami istri  Jono (73) dan Ngadinah (58) melangkah ke panggung wisuda  sambil membawa pigura  potret anak kesayangan mereka. 

Mereka ini diundang khusus mewakili sang anak, Dewi Sekar Rumpaka, yang telah berpulang pada tanggal 26 Januari lalu. Ijazah diserahkan langsung oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., didampingi Dekan Fakultas Kehutanan.

“Senang sekali, dan bangga yang memberi ijazahnya Bu Rektor sendiri. Anak saya kalau tahu pasti bahagia, ya biar dia tenang di sana,” tutur sang ibu sambil terisak.

Dewi mengalami kecelakaan dalam perjalanannya ke kampus untuk mengikuti sidang skripsi beberapa bulan sebelumnya, dan sempat keluar masuk rumah sakit untuk mendapat perawatan sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RSUP dr. Sardjito. Berkat prestasinya selama menjalani perkuliahan Dewi dinyatakan lulus dengan predikat cum laude, dengan Indeks Prestasi Kumulatif sebesar 3,86.

Baca Juga: Ini Kriteria dan Ketentuan Calon Penerima KIP Kuliah Tahun 2024,  Catat Apa Saja

Ibunda Dewi bercerita bahwa Dewi  adalah sosok anak yang periang, jarang mengeluh, dan tekun dalam menuntut ilmu. Bahkan ketika masih dalam masa pemulihan pasca kecelakaan pun, ia tetap bersemangat untuk segera mengikuti pendadaran dan menunaikan tugasnya sebagai seorang mahasiswa.

Prestasi anak keduanya mendapat peringkat pertama ketika masih duduk di bangku sekolah dan berhasil diterima kuliah di Fakultas Kehutanan UGM melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM). 

“Dia itu seperti matahari keluarga, kalau ada dia suasana rumah jadi hangat. Kehilangan separuh nyawa lah, rumah jadi sepi, jadi pada sedih,” tutur Ngadinah.

Ngadinah berkisah bahwa Dewi sempat mengungkapkan rencananya untuk segera bekerja selepas lulus. Ia ingin mengumpulkan uang untuk membiayai studi adiknya dan membayar hutang orang tua. Setelah menunaikan janjinya tersebut, ia sendiri ingin melanjutkan studi di jenjang S2.

Baca Juga: UGM Lepas 62 Tim Menuju Pimnas Di Unpad Bandung , Dengan Rombongan Terbesar

“Dosen-dosennya menyuruh supaya S2 nanti diusulkan jadi dosen, tapi dia maunya bekerja dulu,” imbuh Jono.

Meski tidak sempat mengikuti pendadaran, ia dinyatakan lulus kuliah berdasarkan rapat senat fakultas, karena dinilai memiliki rekam jejak studi yang baik. Dekan Fakultas Kehutanan, Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., M.Sc., Ph.D., menuturkan bahwa Dewi memang dikenal cukup aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan terlibat dalam sejumlah penelitian yang dilakukan dosen pembimbingnya.

Skripsinya yang berjudul “Distribusi Spasial dan Temporal Vokalisasi Tokek Hutan di Kawasan Hutan Desa Tahawa Kalimantan Tengah” memperoleh predikat A berdasarkan penilaian para penguji. Sebagai bentuk penghargaan untuk dedikasi Dewi dalam melakukan riset, pihak fakultas berencana untuk menulis ulang skripsi yang ia susun untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. 

“Kalau boleh saya katakan bahwa ini mungkin tingkatannya sudah ada di tingkat S2, tapi ini di S1, sudah sangat-sangat bagus. Saya berharap ilmu ini bisa dikembangkan oleh teman-teman yang lainnya karena ini sangat penting dan berguna bagi masyarakat,” tutur Sigit. 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X