Simak Penjelasan Lafadz Man Istatho'a Ilaihi Sabila dan Makna Ibadah Haji serta Hubungan dalam Rukun Islam

photo author
Tim TITIK TEMU 03, TitikTemu.co
- Minggu, 17 Desember 2023 | 07:05 WIB
Simak Penjelasan Lafadz Man Istatho'a Ilaihi Sabila dan Makna Ibadah Haji serta Hubungan dalam Rukun Islam (Pixabay/Konevi)
Simak Penjelasan Lafadz Man Istatho'a Ilaihi Sabila dan Makna Ibadah Haji serta Hubungan dalam Rukun Islam (Pixabay/Konevi)

TITIKTEMU.CO - Salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk melaksanakan rukun Islam kelima, yaitu ibadah haji, adalah "Man Istatho'a Ilaihi Sabila".

Banyak orang ingin mengetahui arti dari lafadz tersebut karena merupakan syarat penting dalam menjalankan ibadah haji.

Dalam terjemahannya, Man Istatho'a Ilaihi Sabila berarti orang yang mampu untuk melaksanakan rukun Islam kelima.

Artinya, seseorang dianggap mampu melaksanakan haji apabila memiliki harta yang cukup untuk dijadikan bekal dan membayar kendaraan selama pelaksanaan ibadah.

Rukun Islam memiliki lima poin penting yang harus dipenuhi oleh setiap muslim. Salah satunya adalah melaksanakan ibadah haji.

Baca Juga: BACAAN Man Istatho'a Ilaihi Sabila: Syarat Penting untuk Melaksanakan Ibadah Haji

Namun, jika seseorang belum mampu memenuhi persyaratan tersebut, maka tidak diwajibkan untuk melaksanakan ibadah haji.

Membaca dua kalimat syahadat adalah hal pertama yang harus diucapkan jika seseorang ingin masuk ke dalam agama Islam.

Setelah itu, ia berkewajiban untuk melaksanakan shalat lima waktu, membayar zakat, berpuasa, dan melaksanakan ibadah haji.

Rukun Islam sendiri berarti sesuatu yang harus dikerjakan agar seseorang bisa disebut orang Islam.

Terdapat lima rukun bagi setiap muslim, seperti membaca dua kalimat syahadat, mengerjakan shalat lima waktu, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan melaksanakan ibadah haji.

Tahapan lainnya dalam kewajiban agama Islam adalah pembayaran zakat yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu zakatun nafs dan zakat mal.

Zakatun nafs, atau yang juga dikenal sebagai zakat badan, merupakan zakat fitrah yang harus dibayarkan setiap bulan Ramadhan sebelum pelaksanaan shalat hari raya Idul Fitri.

Sementara itu, zakat mal berkaitan dengan harta dan tidak terikat pada waktu tertentu, namun kewajiban ini terikat pada jumlah harta yang telah mencapai satu nishab dan telah dimiliki selama satu tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X