Satu rumah memiliki dua kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, dapur, serta fasilitas televisi dan wifi.
Baca Juga: Tidak Hanya Grojogan Sewu, Ini 4 Destinasi Wisata Alam yang Menawan Menawan di Lereng Gunung Lawu
Desa Wisata tersebut juga semakin lengkap dengan dibangunnya Waroeng Damandiri, yaitu mini kafe yang menawarkan menu makanan khas Selo, seperti jadah bakar dan kopi Merapi.
Sejumlah warga mengaku kehidupan mereka mulai berubah dalam dua tahun terakhir. Kini mereka tak hanya bertani, tapi juga mulai terlibat di sektor pariwisata.
Sebagai pemilik homestay, mau tak mau mereka harus belajar cara menyambut dan melayani tamu.
Baca Juga: Goa Kebon Krembangan, Pesona Tersembunyi di Balik Air Terjun. Bisa Buat Camping Juga Lho!
“Setiap akhir pekan dipastikan ada tamu, baik pendaki maupun wisatawan biasa. Lumayanlah, setidaknya ada pemasukan. Sebelumnya penghasilan hanya dari bertani,” kata Sagiman, 58, pemilik homestay Wijaya.
Menurut Sagiman, pemilik homestay wajib menyetorkan 10 persen dari pemasukan sebagai iuran koperasi desa, Sahabat Damandiri.
Uang tersebut akan dikelola untuk mengembangkan Desa Wisata, antara lain untuk menambah fasilitas wisata.
Baca Juga: DAMRI Telah Membuka Rute Yogyakarta ke Dieng untuk Mendukung Peningkatan Pariswisata
Sri Lestari, 34, pemilik homestay Melati, mengungkapkan sejak adanya homestay, Desa Samiran menjadi lebih ramai, terutama saat musim libur panjang dan akhir pekan.
Tidak hanya wisatawan lokal, wisatawan asing pun banyak yang mengunjungi dan menginap di Desa Samiran.
“Warga di sini banyak untungnya. Selain rumah jadi bagus, kami juga mendapat penghasilan tambahan,” ujar dia.
Baca Juga: Berburu Barang Antik di Pasar Triwindu Solo, dari Seterika Arang hingga Kaset Pita
Menurut Pengawas Koperasi Sahabat Mandiri, Tiyono, pertumbuhan wisatawan yang datang ke Desa Samiran naik cukup signifikan.
Artikel Terkait
Bukit Ngisis Nglinggo, Pilihan Wisata Alam dengan Latar Belakang Sembilan Gunung
Ini Empat Warisan Alam Indonesia yang Diakui UNESCO, Salah Satunya Taman Nasional Komodo
Kampung Naga, Menjaga Tradisi Leluhur di Dasar Lembah
Wisata Air Purbalingga Ditutup Lagi Setelah Ujicoba 2 Pekan. Apa Sebabnya?
Sports Track Hutan Tinjomoyo, Destinasi Wisata Baru di Semarang
5 Tips Naik Bus Jarak jauh, Ben Ora Masuk Angin ‘Lur….Sepele Tapi Vital