Desa Wisata Samiran, Menikmati Kopi dan Jadah Bakar di Lereng Merapi-Merbabu

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Kamis, 7 Oktober 2021 | 23:46 WIB
Desa wisata Samiran. (Ganug Nugroho Adi)
Desa wisata Samiran. (Ganug Nugroho Adi)

Pada akhir pekan, rata-rata sekitar 200 wisatawan mampir di desa tersebut. Sebagian besar dari mereka ingin melihat Gunung Merapi dari dekat sekaligus menikmati panorama alam pegunungan.

“Pada 2017 hanya ada 489 pengunjung yang datang dan menginap, kemudian pada 2018 naik menjadi 1.537. Sebelum pandemi setiap akhir pekan sekitar 200 pengunjung. Kedatangan wisatawan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Bukit Ngisis Nglinggo, Pilihan Wisata Alam dengan Latar Belakang Sembilan Gunung

Selain mendirikan warung dan Taman Garden Merapi, lanjut Tiyono, Yayasan Damandiri juga mulai menyajikan pentas-pentas kesenian tradisional, seperti Jatilan, dan Tari Topeng Ireng yang merupakan tarian khas lereng Merapi dan Merbabu.

Wisatawan yang datang ke Desa Samiran juga  diajak live-in dengan penduduk lokal, soft tracking/tracking ke Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Ada juga outbond dan menawarkan program wisata edukasi, antara lain  belajar gamelan, tari topeng ireng, serta menanam sayur serta buah.

Desa wisata Samiran juga menawarkan paket wisata petik sayur organik, perah susu sapi, dan mengunjungi kerajinan tembaga.

Paket lain adalah menyaksikan film Merapi di Merapi Theater, serta menikmati Gunung Merbabu dan Merapi melalui Gardu Pandang New Selo dan Unit Gunung Api (UGA).

“Kita selalu mengupdate paket-paket wisata semenarik mungkin. Semuanya untuk kesejahteraan warga desa. Selo ini kan kawasan wisata yang menarik, sayang kalau warga lokal hanya menjadi penonton,” kata Tiyono. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X