Menunda Vaksin Dengan Alasan Menunggu Merek Tertentu Hanya Akan Membahayakan Diri dan Orang Lain. Ayo Vaksin!

photo author
Andi Baskoro Wirawan, TitikTemu.co
- Minggu, 29 Agustus 2021 | 12:37 WIB
Suasana Penyelenggaaraan Vaksinasi (Pic. laman www.covid19.go.id)
Suasana Penyelenggaaraan Vaksinasi (Pic. laman www.covid19.go.id)

TITIKTEMU.CO

Antusias masyarakat akhir-akhir ini untuk mendapatkan vaksinasi meningkat pesat, bahkan acapkali antrian mengular di beberapa lokasi pengadaan vaksinasi, meskipun masih ada beredar asumsi di kalangan masyarakat yang beranggapan ada vaksin tertentu yang mereka anggap lebih aman dan lebih bagus dibanding merek lain.

Merek vaksin yang tersedia saat ini ada 6 merek yaitu Coronavac (vaksin jadi dari sinovac), vaksin Covid-19 (vaksin olahan Bio Farma dengan bahan baku sinovac), vaksin Astra Zeneca, vaksin Moderna, vaksin Sinopharm, dan vaksin Pfizer.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate Kamis mengatakan "Semua vaksin yang saat ini ada di Indonesia sudah melalui kajian dari BPOM dan sudah mendapatkan Persetujuan Penggunaan Dalam Kondisi Darurat Atau Emergency Use Authorization (EUA) serta selalu dilakukan pengawasan,"

Baca Juga: Lebih Dari 200 Juta Dosis Vaksin Sudah Tiba di Indonesia. Ayo Segera Vaksin, Mumpung Vaksinnya Tersedia

Menkominfo menjelaskan, semua vaksin yang beredar di indonesia dipastikan aman dan efektif melawan berbagai varian virus corona termasuk varian delta. Menunda vaksin dengan alasan menunggu merek tertentu hanya akan membahayakan diri dan orang lain, karena resiko sakit berat terpapar COVID-19 akan semakin tinggi.

Baca Juga: Yuk lebih tahu makna warna-warna di aplikasi PeduliLindungi

Menurutnya, belum ada bukti ilmiah ataupun jurnal medis yang menunjukkan vaksin-vaksin seperti Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, atau Moderna tak efektif melawan varian delta. Evaluasi efektivitas vaksin COVID-19 yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI, membuktikan bahwa vaksin mampu menurunkan risiko terinfeksi COVID-19, serta mengurangi perawatan dan kematian bagi tenaga kesehatan.

Baca Juga: Sertifikat Vaksin Sinovac Belum Mendapat Rekomendasi Umroh. Ini Solusinya

Studi ini dilakukan terhadap 71.455 tenaga kesehatan di DKI Jakarta meliputi perawat, bidan, dokter, teknisi, dan tenaga umum lainnya sepanjang periode Januari-Juni 2021. Pengamatan dilakukan terhadap kasus konfirmasi positif COVID-19, perawatan, dan kematian karena COVID-19 pada tiga kelompok tenaga kesehatan, yaitu yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama, vaksinasi lengkap (dosis kedua), dan yang belum divaksinasi. (abw) ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X