Sejarah Hari Santri 22 Oktober, dari Resolusi Jihad Kiai Hasyim Asyari hingga penetapan sebagai Hari Santri

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Kamis, 20 Oktober 2022 | 10:47 WIB
Peringatan Hari Santri 2022, dengan tema “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”. Ilustrasi (nu.or.id)
Peringatan Hari Santri 2022, dengan tema “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”. Ilustrasi (nu.or.id)

TITIKTEMU.CO - Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri mengacu pada peristiwa yang terjadi pada 22 Oktober 1945.

Peringatan Hari Santri 2022 merupakan hari besar yang telah diperingati ke tujuh kalinya sejak ditandatanganinya Keppres Nomor 22 tahun 2015 oleh Presiden Joko Widodo.

Hari Santri ini ditujukan untuk mengenang, meneladani dan melanjutkan peran Ulama dan Santri dalam membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Baca Juga: Mengenal Tema dan filosofi Logo Hari Santri 2022 diperingati tiap tanggal 22 Oktober

Sejarah Hari Santri tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh KH. Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945.

Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan.

Akhirnya seruan itu dikenal sebagai Resolusi Jihad 1945 yaitu ketika para santri dan ulama pondok pesantren dari berbagi penjuru Indonesia bersatu dan membulatkan tekat untuk mengusir penjajah yang menindas dan berusaha merampas kemerdekaan bangsa.

Baca Juga: Mengirim Al Fatihah untuk Anak Banyak Manfaatnya. Salah Satunya, Anak Menjadi Cerdas. Begini Caranya...

Saat itu, KH Hasyim Asy'ari yang menjabat sebagai Rais Akbar PBNU menetapkan fatwa dalam melawan kolonial di Surabaya yang disebut sebagai Resolusi Jihad.

Mengutip situs Nahdlatul Ulama, tak lama setelah merdeka, Indonesia kembali mendapat ancaman Belanda yang ingin kembali masuk menduduki kembali dari tangan Jepang dengan membonceng sekutu, tentara Inggris

Usai mendapat ancaman itu, Presiden Soekarno sowan kepada KH Hasyim Asy’ari untuk meminta nasihat dan pendapat bagaimana kiranya hukumnya umat Islam menghadapi ancaman tersebut.

Baca Juga: Tampil Cemerlang, Manchester United Catat Kemenangan Empat Kali Beruntun Atas Spurs di Liga Inggris

Menanggapi hal itulah KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan fatwa yang kemudian diputuskan dalam rapat para konsul NU se-Jawa Madura.

Dikutip dari laman resmi NU, berikut isi teks asli fatwa atau seruan Resolusi Jihad 1945.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Website

Tags

Rekomendasi

Terkini

X