Ditambahkan Ahmad Kemal Pahlevi, dalam regulasi VIVA disebutkan gas air mata dan senjata api dilarang digunakan untuk mengamankan massa di stadion.
Unggahan itu dikomentari netizen lainnya: Jadi siapa yg salah disini bang? Dari kalangan media, pihak supporter, tp kalo dari situasi di lapangan mungkin banyak yg bilang salah aparat karena tembakan gas air mata, jadi bikin penonton panik dan akhirnya injek2an,yg kudu dibenerin siapa
jadinya.
Netizen lain menulis: banyak pihak yang salah disini,suporter yang primitif, aparat yang menembakan gas air mata,stasiun tv yang minta tayang malem, pssi yang cuma tau politik,yang membuat kapasitas berlebihan
Akun twitter Mit Mitra menayangkan video saat kerusuan itu terjadi. Dari video itu terlihat asap tebal di tribun,karena ada tembakan gas air mata ke arah penonton. Tentu seluruh penggemar sepakbola di tanah air, sangat berduka atas tragedi ini. Semoga mereka yangmeninggal itu, mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. ***
Artikel Terkait
Borneo FC Menang Telak Melawan Persebaya, Skor 3-1
Pengakuan Penonton Persib vs Persebaya: 2 Orang Mati di Depan Mata Gue Sendiri
BOBOTOH BERDUKA: Viking Persib Club Konfirmasi Dua Bobotoh yang Meninggal
PIALA PRESIDEN 2022: Borneo FC Menyusul Arema FC ke Final Setelah Menyingkirkan PSS Sleman
Ini Dia Jadwal Final Piala Presiden 2022. Arema Pernah Kalahkan Pusamania Borneo 5-1
LEG 1 FINAL PIALA PRESIDEN 2022: Target Borneo Curi Kemenangan di Kandang Arema. Ini Link Live Streamingnya
Abel Camara Bawa Arema Malang Ungguli Borneo Samarinda di leg 1 Piala Presiden 2022