Guntur Romli kagumi kebesaran hati Gus Rifqil dan Ning Imaz mau memaafkan Eko Kuntadhi

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Jumat, 16 September 2022 | 23:52 WIB
Ning Imaz dan Gus Rifqil tampak keren dengan busana kasual (pic/twitter ning imaz)
Ning Imaz dan Gus Rifqil tampak keren dengan busana kasual (pic/twitter ning imaz)

TITIKTEMU.CO - Eko Kuntadhi menulis di instagramnya, momen ketika mantan Ketum Ganjarist ini datang ke PP Lirboyo.

"Menghaturkan permohonan maaf kpd Ning @ImazzFat dan Gus @rifqilmoeslim. Saya bersalah dan tidak ada alasan utk membenarkan. Alhamdulillah diterima dengan baik," tulisnya.

"Terimakasih juga kepada para Guru, Kyai, santri dan Alumni PP @SerambiLirboyo," lanjutnya. Terasa singkat sekali tulisan Eko Kuntadhi kali ini.

Baca Juga: Dirawat Di Malaysia Karena Covid-19, Ini Kabar Terbaru Ketua Dewan Pers Prof Azyumardi

Eko Kuntadhi saat meminta maaf pada Ning Imaz dan Gus Rifkil di Ponpes Lirboyo
Eko Kuntadhi saat meminta maaf pada Ning Imaz dan Gus Rifkil di Ponpes Lirboyo (pic.instagram eko kunthadi)

Sedang Guntur Romli dalam instagramnya mengungkapkan, bisa memahami kegeraman dan kemarahan Gus Rifqil Moeslim saat istrinya Ning Imaz dihina, dicaci, apalagi dalam kondisi hamil.

Tapi Guntur Romli, lebih mengagumi kebesaran hati dan kelapangan dada Gus Rifqil dan Ning Imaz saat mau memaafkan Eko Kuntadhi yang datang untuk memohon maaf.

Karena menurut penuturan Eko Kuntadhi, dia bersalah dan tidak ada alasan untuk membenarkan dirinya.

Baca Juga: Ganjar Pranowo mengelak, bahwa Eko Kuntadhi bagian dari relawannya

"Saya menyaksikan langsung bagaimana Gus Rifqil terus menahan diri, mengendalikan emosi, msh mampu menahan lisan, mengatur kata unt tetap mencerminkan adab sbg santri & sbg muslim," tulis Guntur Romli.

"Tak mudah minta maaf, namun memaafkan jauh lebih sulit. Hanya orang mulia yg punya kebesaran jiwa yang bisa maafkan," pungkas Guntur Romli.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada kelompok manapun yang memberikan dukungan kepada sosok tertentu agar jangan menyerang pihak lain.

Baca Juga: Jadwal Padat, Ketua Dewan Pers Jatuh Sakit Saat Hadiri Undangan Di Malaysia

"Jangan menyerang individu, jangan menjelek-jelekkan, dan jangan menyerang lembaga," katanya di Solo, Jumat, saat disinggung terkait kasus ujaran kebencian yang dilakukan pegiat media sosial Eko Kuntadhi pada salah satu tokoh perempuan Nahdlatul Ulama (NU).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: instagram

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X