TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) telah meresmikan regimen tambahan vaksin lanjutan atau booster COVID-19. Vaksin Pfizer dapat digunakan sebagai booster Sinovac atau AstraZeneca.
BPOM secara bertahap melakukan proses evaluasi penggunaan booster vaksin sesuai dengan pengajuan dan ketersediaan data uji klinik yang mendukung pengajuan booster.
Hal tersebut dikatakan Kepala Badan POM, Penny K. Lukito, melalui keterangan resmi yang dikutip InfoPublik Minggu (16/1/2022).
“Badan POM kembali mengeluarkan persetujuan penggunaan untuk dua regimen booster heterolog pada vaksin COVID-19 yaitu pertama, vaksin Pfizer dosis setengah/half dose untuk vaksin primer Sinovac atau AstraZeneca,” kata Penny.
Kedua, lanjut Penny vaksin AstraZeneca dosis setengah untuk vaksin primer Sinovac atau dosis penuh untuk vaksin primer Pfizer (full booster dose).
Pada vaksin Pfizer sebagai booster heterolog (dosis setengah) untuk vaksin primer Sinovac atau AstraZeneca menunjukan hasil imunogenisitas berupa peningkatan antibodi yang tinggi pada 6-9 bulan (31-38 kali) setelah pemberian dosis primer lengkap.
Baca Juga: Pemberangkatan Jemaah Umrah Dihentikan, Begini Penjelasan Kemenag
Di sisi lain, peningkatan antibodi setelah enam bulan vaksinasi primer lengkap vaksin Sinovac menghasilkan peningkatan antibodi IgG terhadap S-RBD yang tinggi (105,7 kali) dibandingkan sebelum diberikan dosis booster.
“Secara umum pemberian dosis booster vaksin Pfizer dengan vaksin primer Sinovac dapat ditoleransi baik reaksi lokal maupun sistemik,” tutur Penny.
Vaksin Pfizer, sebagai booster dengan vaksin primer AstraZeneca, hasil imunogenisitas menunjukkan pada pemberian booster vaksin Pfizer dosis setengah setelah enam bulan vaksinasi primer lengkap dengan vaksin Astra Zeneca menghasilkan peningkatan antibodi IgG terhadap S-RBD yang tinggi (21,8 kali) dibandingkan sebelum diberikan dosis booster.
Baca Juga: Real Madrid Juara Supercopa de Espana, Tropi Pertama Carlo Ancelotti Era Kedua di Los Blancos
Terakhir, vaksin AstraZeneca sebagai booster heterolog dosis setengah dengan vaksin primer Sinovac menunjukan hasil imunogenisitas berupa peningkatan antibodi IgG terhadap S-RBD yang tinggi (35 – 38 kali), baik pada interval booster 3-6 bulan (34-35 kali) maupun 6-9 bulan (35 – 41 kali).
Kenaikan IgG pada dosis setengah tidak berbeda jauh dengan dosis penuh/full dose.
Artikel Selanjutnya
Vaksinasi Covid 19 Booster Gratis Dimulai Besok. Jokowi : Keselamatan Rakyat yang Utama
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Sumber: Info Publik
Artikel Terkait
Vaksinasi Covid 19 Booster Gratis Dimulai Besok. Jokowi : Keselamatan Rakyat yang Utama
Vaksinasi Booster Gratis, Begini Kriteria dan Cara Mengeceknya
Dinkes Kota Semarang Buka Pendaftaran Vaksinasi Booster, Simak Cara Daftarnya!
Kemenkes: Vaksinasi Booster Tidak Wajib!
Vaksinasi Booster Wonogiri Dimulai 14 Januari 2022, Bupati Joko Sutopo Prioritaskan 208 Ribu Lansia