"Politik adalah seni, yaitu seni untuk mensejahterakan umat, dunia dan akhirat," kata Gus Yusuf.
Jika politik dapat dijalankan untuk mensejahterakan umat, menurut Gus Yusuf, NU akan semakin besar.
Menurut Gus Yusuf, dalam seni, tidak semua memahaminya, begitu juga dengan politik.
Hal inilah yang dilakukan Gus Dur semasa hidupnya.
"Gus Dur seringkali berbuat sesuatu yang mendatangkan pro kontra dan membuat orang-orang salah paham. Padahal, pada akhirnya menghasilkan sesuatu yang menguntungkan bagi umat," tutur Gus Yusuf.
Baca Juga: Vaksinasi Booster Gratis, Begini Kriteria dan Cara Mengeceknya
Gus Yusuf menambahkan, Gus Dur biasa dicaci maki, akan tetapi beliau tidak pernah ambil pusing apalagi merasa dendam.
Gus Dur tetap fokus melakukan konsolidasi dengan caranya sendiri, yang kebanyakan baru dipahami setelah waktu berlalu lama, bahkan sampai akhirnya meninggal dunia.
"Wajarlah bila pasca meninggalnya Gus Dur, muncul ratusan bahkan ribuan buku yang membahas ide-ide Gus Dur," kata Gus Yusuf.***
Artikel Terkait
Tok! Yahya Cholil Staquf Terpilih sebagai Ketua PBNU, Ini Profil nya
Resmikan Pasar Johar, Presiden Jokowi: Jaga Kebersihan Landmark Kota Semarang Ini
Ini Daftar Nama Calon Anggota KPU dan Bawaslu yang Diserahkan Kepada Presiden Joko Widodo