TITIKTEMU.CO BLORA - Salah satu proyek nasional yang berada di Kabupaten Blora yakni Bendungan Randugunting di Desa Kalinanas Kecamatan Japah telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (5/1) yang lalu.
Saat menuju lokasi Presiden menggunakan heli super puma TNI AU dan mendarat di helipad Bendungan Randugunting, bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Ganjar Pranowo, Pangdam, dan Kapolda, disambut Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si, dan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, ST., MM.
Baca Juga: Flurona yang Bikin Heboh, Varian Baru Covid-19? Begini Penjelasannya
Baca Juga: Ini Daftar Nama Calon Anggota KPU dan Bawaslu yang Diserahkan Kepada Presiden Joko Widodo
Setibanya di Bendungan Randugunting yang terletak di Desa Kalinanas, Kecamatan Japah Presiden langsung melakukan pelepasan ikan nila di dermaga bendungan yang telah disiapkan BBWS Pemali Juana didampingi pejabat terkait.
Dilanjutkan menyeberang ke dermaga dua menggunakan perahu naga, untuk melaksanakan penanaman pohon jati, baru kemudian melakukan peresmian Bendungan Randugunting yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.
Baca Juga: Yogjakarta Targetkan Pembelajaran Tatap Muka, PTM 100 Persen di Akhir Januari
"Alhamdulillah hari ini kami bisa hadir ke Blora lagi. Bendungan ini bisa segera dimanfaatkan. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung air sekitar 14,4 juta meter kubik dan bisa mengairi kurang lebih 650 hektar sawah yang berada di Kabupaten Blora, Pati dan Rembang. Saya berharap dengan selesainya waduk Randugunting di Kabupaten Blora ini ketahanan pangan kita akan semakin baik, kemandirian pangan kita semakin baik. Karena kunci dari ketahanan pangan adalah air. Dan air itu akan ada kalau kita memiliki waduk yang sebanyak-banyaknya," kata Presiden Jokowi.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, menerangkan bahwa pekerjaan fisik bendungan dengan kapasitas tampung 14,43 juta m3 ini telah rampung lebih cepat 10 bulan dari jadwal kontrak yang seharusnya berakhir pada November 2022.
“Bendungan ini bisa selesai lebih cepat 10 bulan dari kontrak yang jatuh pada tahun 2022. Bendungan ini sudah sejak tahun 1990-an direncanakan untuk menambah suplai air bagi daerah kering di Kabupaten Blora dan sekitarnya. Akhirnya pembangunan dapat dikerjakan pada 2018 dan selesai di awal 2022 tanpa kendala teknis untuk konstruksi dan sosial dalam pembebasan lahan,” ucap Menteri PUPR.
Baca Juga: Sah, Kini JMSI Jadi Konstituen Baru Dewan Pers!
"Kita tahu bahwa Blora dan sekitarnya ini termasuk rawan atau langka air. Nantinya bendungan ini bisa memberikan suplai air baku 200 liter/detik dan irigasi 670 hektare, selain juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata,” tutur Menteri Basuki.
Pembangunan Bendungan Randugunting berada di bawah tanggungjawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air, Kementerian PUPR dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya - PT Andesmont Sakti (KSO) dengan biaya APBN 2018-2022 dengan nilai kontrak sebesar Rp 880 miliar.
Selain penyediaan air baku dan irigasi, Bendungan Randugunting dengan luas genangan 187,19 hektare juga akan berfungsi untuk mereduksi banjir sebesar 75% atau sebesar 81 m3/detik dengan pengurangan luas areal terdampak banjir dari 4.604 hektare menjadi 2.285 hektare.
Artikel Terkait
Lapak Pasar Johar Semarang, Baru 10 Persen Diisi Pedagang. Petugas: Tiga Bulan Tidak Diisi,Kkami Ambil Lagi
Bendungan Randugunting Blora Segera Berfungsi
Resmikan Bendungan Pidekso Wonogiri, Presiden Jokowi: Waduk adalah Kunci
Bendungan Randugunting Blora Bakal Diresmikan Presiden Jokowi
Resmikan Pasar Johar, Presiden Jokowi: Jaga Kebersihan Landmark Kota Semarang Ini
Dari Kunjungan Presiden ke Blora (1): Wiwit Senang Dapat Paket Sembako dan Baju
Dari Kunjungan Presiden ke Blora (2): Petani Berharap Air Bendungan Randugunting Dapat Optimal Aliri Sawah