Dia memiliki 40 bidang tanah di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Subang senilai Rp2.283.463.400. Harta tanah tersebut merupakan hasil sendiri.
Baca Juga: Jadi Tersangka dan Ditahan KPK, Azis Syamsuddin Trending di Twitter
Rahmat Effendi juga memiliki delapan mobil berbagai merek senilai Rp607.500.000, serta giro atau setara kas Rp85.331.461.
Pada Juni 2010, kekayaan Rahmat Effendi meningkat menjadi Rp4.056.305.357. Saat maju sebagai calon wali kota pada 2012, kekayaannya Rp4.611.264.329.
Tiga tahun kemudian, Juli 2015, harta Rahmat Eddendi Rp7.400.734.728. Kekayaannya turun menjadi Rp7.068.377.878 pada Desember 2018.
Setahun berikutnya, hartanya sebesar Rp7.430.931.942, dan kini turun menjadi Rp6.383.717.647. Rahmat Effendi melaporkan punya utang Rp1,5 miliar.***
Artikel Terkait
KPK Tetapkan 22 Terduga Maling Uang Rakyat Sebagai Tersangka, Termasuk Bupati Probolinggo
Sastrawan Okky Madasari:"Tak Ada Yang Bisa Diharapkan Dari KPK, Komisi Pelindung Korupsi."
KPK Tahan Bupati Banjarnegara, Tuduhannya Maling Uang Rakyat Rp2,1 Miliar
Apes ! Sudah Keluar Uang, 17 ASN di Probolinggo Ini Malah Ditahan KPK
Dalam Kurun 2016-2020, Provinsi Jabar Juara Maling Uang Rakyat, KPK Beri Warning Legislatif
Ditetapkan Jadi Tersangka oleh KPK, Azis Syamsuddin Mundur sebagai Wakil Ketua DPR RI