Seruan tersebut berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara sekutu, yang ingin menjajah kembali pasca Proklamasi kemerdekaan.
Yang dimaksud sekutu adalah Inggris sebagai pemenang perang dunia II untuk mengambil alih tanah jajahan Jepang.
Setiap pejuang yang gugur, berada dalam keadaan mati syahid. Deklarasi itu menyulut api patriotisme rakyat Indonesia.
Hari Santri bukan merujuk kelompok tertentu, tapi seluruh umat Islam yang punya komitmen menjaga keutuhan bangsa.
Penetapan Hari Santri tidak lepas dari pentingnya peran santri sebagai bagian fundamental bangsa Indonesia.
Baca Juga: Ini Panduan Terbaru Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan dari Kemenag
Perjuangan KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, dan Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto yang membentuk organisasi Islam, sangat berperan penting.
Banyak santri yang terlibat dalam pertempuran. Perlawanan rakyat dan kalangan santri memicu semangat pemuda Surabaya dan Bung Tomo.
Hingga akhirnya pertempuran di Surabaya menewaskan pemimpin Sekutu Brigadir Jenderal Mallaby.
Mallaby tewas dalam pertempuran yang berlangsung pada 27-29 Oktober 1945, yang kemudian memicu pertempuran 10 November 1945.***
Artikel Terkait
Seleksi CPNS Kemenag Mulai 15 September, Simak Ketentuannya
Beredar Surat Edaran Penerima Bantuan Pesantren, Kemenag Pastikan Hoax
Daftarkan Masjid dan Mushala Anda ke SIMAS Kemenag. Begini caranya
Muncul Klaster Baru Covid-19 Usai PTM, Gubernur Ganjar Minta Kemenag Tutup Sebuah Madrasah di Jepara
Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Kemenag 14-28 Oktober, Catat Jadwal dan Lokasinya!