TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Presiden Joko Widodo meluncurkan Gerakan Literasi Digital Nasional melalui Zoom pada hari Selasa, 12 Oktober 2021.
Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah terus meningkatkan transformasi digital secara besar-besaran serta pembangunan infrastruktur ekonomi digital terutama untuk UMKM, agar lebih cakap digital.
“Insya Allah, pada akhir tahun 2022, 12.548 desa dan kelurahan, akan terjangkau sinyal internet. Kondisi ini, 10 tahun lebih cepat dari rencana sebelumnya, yang selesai pada tahun 2032”, ujar Jokowi.
Baca Juga: Tekuk Taiwan 3-0, Indonesia Lolos Babak Ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023
Menurut Presiden, kondisi tersebut tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus harus diikuti kesiapan pengguna internetnya, agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif. Sebaliknya, efek negatifnya harus dapat terus ditekan”, tutur Jokowi.
Presiden mengingatkan, tantangan di ruang digital semakin meningkat, semakin banyak konten-konten negatif yang terus bermunculan. “Kejahatan di ruang digital terus meningkat, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, perundungan cyber, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital, perlu terus waspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa”, kata presiden mengingatkan.
Baca Juga: 7 Gejala Stroke, Penyakit Mematikan di Indonesia, dan Dunia
Presiden menambahkan, kewajiban kita bersama, adalah untuk terus meminimalkan konten negatif dan membanjiri ruang dengan konten-konten positif.
“Kita harus tingkatkan kecakapan masyarakat agar mampu menciptakan lebih banyak konten-konten kreatif yang mendidik, yang menyejukkan, yang menyerukan perdamaian. Internet harus mampu meningkatkan produktivitas masyarakat dan membuat naik kelas dari UMKM onboarding ke platform e-commerce”, ujar Jokowi.
Acara presmian ini kemudian dilanjutkan dengan webinar dengan tema ‘Menjadi Konten Kreator yang Positif’ di Kabupaten Kutai Kartanegara. Tampil sebagai narasumber diantaranya Ndoro Kakung, konten kreator media sosial, yang membawakan materi ‘Bermain Aman Saat Belanja Online’.
Baca Juga: Di New York, Menkeu Sri Mulyani Indrawati Temui Michael Bloomberg. Apa yang Mereka Bahas?
Dalam paparannya, Ndoro Kakung menyoroti banyaknya kasus penipuan yang terjadi pada transaksi belanja secara online. Agar terhindar dari kejahatan, ada beberapa hal yang harus dilakukan saat berbelanja melalui online.
- Jagalah data pribadi yaitu NIK, KTP, kartu kredit, kartu debet, PIN dan OTP
- Cek rekening penjual di https://cekrekening.id
- Hindari Wifi umum
- Aktfikan notifikasi dari bank pembayar
- Simpan bukti transaksi dan pembayaran
“Membeli barang dari seller yang memproduksi dan menjual langsung barang miliknya, relatif lebih terpercaya”, ujar Ndoro Kakung.***
Artikel Selanjutnya
Latih Kompetensi Digital, Kominfo Gandeng Harvard Dan Tiga Kampus Kelas Dunia
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Latih Kompetensi Digital, Kominfo Gandeng Harvard Dan Tiga Kampus Kelas Dunia
Tunjangan Insentif untuk Guru Madrasah Bukan PNS Sudah Tahap Aktivasi Rekening Lho. Ini yang Berhak Menerima
Pandemi Segera Berakhir, Ini Empat Tips Bagi "Fresh Graduate" untuk Raih Pekerjaan Impian
Horee! Sebanyak 173.329 Guru Honorer Lolos Seleksi Tahap I, Cek di gurupppk.kemdikbud.go.id
Juara 1 Jawara Antinarkoba Kota Cilegon 2021 Diraih Mahasiswi Unnes