Kawasan Karawang, tempat pabrik akan dibangun, memiliki lokasi terbaik untuk lima klaster industry antara lain, mobil, elektronika, bahan bangunan, makanan dan jasa logistik.
“Menggunakan lingkungan dan kondisi Indonesia yang baik sebagai batu loncatan, kami akan secara aktif membina pabrik bersama ini sebagai basis utama menuju pasar kendaraan listrik global di luar pasar ASEAN”, kata Kim.
Baca Juga: UKM Virtual Expo Digelar, Pameran Furnitur dari Jawa Tengah untuk Dunia
Indonesia akan selangkah lebih dekat untuk membangun rantai pasokan kendaraan listrik terintegrasi pertama di dunia sebagai pusat industri kendaraan listrik. Sejak tahun 1984, LG Group sudah melakukan berbagai investasi di bidang elektronika, kimia dan perdagangan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia menjelaskan, nota kesepakatan atau MOU dengan Korea dibuat 21 kali, sebelum akhirnya disetujui. “Saya bolak-balik 7 kali ke Korea, baru bisa teken. Ini adalah tindak lanjut dari arahan presiden ketika ke Busan, Korea untuk memfasilitasi terjadinya pembangunan mobil listrik,"kata Bahlil
Baca Juga: Juventus Pesta Di Kandang Malmo FF Alvaro Morata dan Dybala Sumbang Gol
"Alhamdulillah, tahap pertama, mobil listrik yang kita tanda tangani di bulan November 2019 dan mulai pembangunannya di 2020, total investasinya 1,5 bilion dolar Amerika atau setara dengan 21 triliun rupiah, pada Mei 2022 sudah mulai berproduksi”, terang Bahlil lebih lanjut.***(heppy purnomo / Youtube : Sekretariat Presiden)
Artikel Terkait
Sikap Gibran Saat Dampingi Presiden Jokowi ke UNS Jadi Sorotan, Netizen: Salut!
Sah! PP Baru Diteken Jokowi , PNS Bolos Bakal Dipecat
TNI Siagakan Pos-Pos Perbatasan, Cegah Masuknya Varian Baru Covid-19 ke Indonesia
Varian Baru Covid-19 Mu belum Terdeteksi, Mudah-mudahan Tidak Masuk Indonesia
274.950 Dosis Vaksin Pfizer Tiba Lagi, Uji Kliniknya Efikasi Berhasil 95,5 Persen