nasional

Serba Serbi Pasca Tragedi Kanjuruhan: Sorotan Media Internasional Hingga Keputusan FIFA

Sabtu, 8 Oktober 2022 | 00:36 WIB
Serba Serbi Pasca Tragedi Kanjuruhan (www.reuters.com)

TITIKTEMU.CO - MALANG Terdapat beberapa kabar terbaru tentang kondisi pasca Tragedi Kanjuruhan. Berikut ini serba serbi pasca Tragedi Kanjuruhan selengkapnya seperti yang dilansir titiktemu.co dari reuters.com.

Warga Malang berkumpul berduka bersama pasca Shalat Jumat atas meninggalnya korban Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022. Salah seorang penggemar sepak bola yang turut mengikuti kegiatan tersebut memohon agar kasus segera diselesaikan.

Sebagian besar korban tewas pasca pertandingan Arema vs Persebaya tersebut meninggal karena terjebak dan sesak nafas. Mereka panik dan mencoba melarikan diri atas gas air mata yang ditembakkan oleh polisi.

Baca Juga: Yohanes Prasetyo Saksi Mata Tragedi Kanjuruhan Turun dan Memohon Ke Polisi: Tolong Jangan Tembak Gas Air Mata

Shalat Jumat tersebut dilaksanakan di Masjid Al Fatih Malang. Ustadz pemimpin pengajian sambil menangis.

Salah satu penggemar sepak bola Widodo berusia 53 tahun dan banyak orang lainnya meminta kasus ini segera diselesaikan. Widodo merupakan penonon pertandingan di Stadion Knajuruhan pada 1 Oktober, tetapi ia pergi lebih awal karena khawatir situasi memburuk.

Sejauh ini, Polisi telah menetapkan enam orang tersangka kegaduhan yang terjadi. Keenam tersangka tersebt termasuk penyelenggara pertandingan dan tiga petugas lainnya.

Baca Juga: Kapolri umumkan 6 tersangka Tragedi Kanjuruhan. Di antaranya Dirut PT LIB dan Ketua Panpel

Sejarah kelam sepak bola itu tersebar dan menjadi sorotan masyarakat internasional. Hal yang paling disoroti adalah penggunaan gas air mata yang seharusnya dilarang oleh FIFA dan tindakan kepolisian serta manajemen stadion.

The New York Times bahkan menyoroti cara pengendalian polisi Indonesia yang sangat militer dan terlihat kurang terlatih mengendalikan massa. Media tersebut juga menyoroti pada hampir semua kasus, polisi tidak pernah dimintai pertanggung jawaban atas kesalahan mereka.

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa FIFA tidak menjatuhkan sanksi atas tragedi tersebut. Jokowi juga menambahkan FIFA dan Pemerintah Indonesia akan membentuk tim untuk mentransformasikan sepak bola Indonesia.

Selama transformasi tersebut, FIFA akan berada di Indonesia. Presiden FIFA Gianni Infantino akan mengunjungi Indonesia pada Oktober atau November 2022.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan di mata suporter: Pintu keluar tertutup dan mata perih. Dinding stadion sampai dijebol

Surat yang dikirimkan FIFA tersebut berisi tentang akan dilakukannya peninjauan dan peningkatan standar keamanan stadion, protokol polisi dan penjaga, keterlibatan sosial dengan klub dan pendukung serta jadwal pertandingan.

Halaman:

Tags

Terkini