nasional

YLBH: Tragedi Kanjuruhan Berpotensi Melanggar HAM, Kompolnas dan Komnas HAM Harus Turun Tangan!

Minggu, 2 Oktober 2022 | 16:54 WIB
Kerusuhan terjadi di dalam Stadion Kanjuruhan, usai Arema dikalahkan Persebaya ([ic/twitter)

 

TITIKTEMU.CO - Jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam tragedi Kanjuruhan yang terjadi setelah selesainya laga pertandingan sepakbola Arema vs Persebaya pada tanggal 1 Oktober 2022 mengundang respon dari berbagai pihak. 

Menurut Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) seluruh Indonesia, mereka telah mendapatkan laporan bahwa bahwa sampai Minggu (2/10) pagi telah ada 153 korban jiwa dari kejadian ini.

Sejak awal panitia mengkhawatirkan akan pertandingan ini dan meminta kepada Liga (LIB) agar pertandingan dapat diselenggarakan sore hari untuk meminimalisir resiko.

Baca Juga: Kerusuhan Kanjuruhan Versi Penonton: Banyak supporter yang lemas bergelimpangan, teriakan dan tangisan wanita

"Tetapi sayangnya pihak Liga menolak permintaan tersebut dan tetap menyelenggarakan pertandingan pada malam hari," sebut YLBH dan LBH dalam siaran pers yang diterima Titiktemu.co, Minggu (2/10).

Pertandingan berjalan lancar hingga selesai, hingga kemudian kerusuhan terjadi setelah pertandingan dimana terdapat supporter memasuki lapangan dan kemudian ditindak oleh aparat.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Hentikan Liga 1! Minta Kapolri dan PSSI investigasi dan usut tuntas Tragedi Kanjuruhan

"Dalam video yang beredar, kami melihat terdapat kekerasan yang dilakukan aparat dengan memukul dan menendang suporter yang ada di lapangan. Ketika situasi suporter makin banyak ke lapangan, justru kemudian aparat melakukan penembakan gas air mata ke tribun yang masih banyak dipenuhi penonton,"tambah YLBH

YLBH mengatakan bahwa penggunaan kekuatan yang berlebihan (excessive use force) melalui penggunaan gas air mata dan pengendalian masa yang tidak sesuai prosedur menjadi penyebab banyaknya korban jiwa yang berjatuhan.

Baca Juga: Tim investigasi PSSI akan segera ke Malang. Arema dilarang jadi tuan rumah sisa kompetisi

"Penggunaan Gas Air mata yang tidak sesuai dengan Prosedur pengendalian massa mengakibatkan suporter di tribun berdesak-desakan mencari pintu keluar, sesak nafas, pingsan dan saling bertabrakan." kata YLBH dalam siaran persnya.

Hal tersebut diperparah dengan over kapasitas stadion dan pertandingan big match yang dilakukan pada malam hari hal tersebut yang membuat seluruh pihak yang berkepentingan harus melakukan upaya penyelidikan dan evaluasi yang menyeluruh terhadap pertandingan ini.

Baca Juga: Pertandingan Persib Vs Persija Resmi Ditunda. Jangan Khawatir Tiket Masih Bisa Digunakan...

Halaman:

Tags

Terkini